Warga Sukopinggir Dihebohkan Rencana Pemakaman Satu Jenazah yang Meninggal di Malang

Posko Covid-19 Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

GUDO, KabarJombang.com – Warga desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, sempat dihebohkan kabar meninggalnya seseorang di sebuah Rumah Sakit di Malang dan disebut-sebut terpapar virus Corona atau Covid-19. Lebih lagi, jenazah yang dimaksud dikabarkan hendak dimakamkan di desa setempat.

Kabar simpang-siur itu tak hanya bikin warga gusar, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat pun langsung menelusurinya. Hingga akhirnya, diketahui jika jenazah tersebut berinisial HM, seseorang warga Surabaya yang memiliki saudara di Desa Sukopinggir.

Baca Juga

Salah seorang warga Sukopinggir, SH membenarkan adanya kabar yang beredar terkait rencana pemakaman HM yang meninggal karena virus Corona di sebuah RS di Malang. Dikatakannya, HM tinggal menetap di Surabaya, dan jarang ke desa Sukopinggir.

“Yang saya tahu, HM saat itu berada di Malang di tempat saudaranya atau temannya. Dan meninggal di sana. Tapi, HM tinggalnya di Surabaya. Di sini memang ada saudaranya. Ini malah dikabarkan meninggal akibat virus Corona, makanya warga sini resah,” terang SH pada KabarJombang.com, Minggu (5/4/2020).

Sementara FR, salah satu anak korban HM mengatakan, jika bapaknya meninggal bukan sebab Covid-19, melainkan murni sakit diabetes yang diderita. Ini diketahui saat tes yang keluar di saat korban sudah meninggal dan akan dimakamkan.

“Sebetulnya mau dimakamkan di sini. Tetapi warga desa Sukopinggir menolak karena dikira kena virus Corona. Ya terpaksa kita makamkan di Malang. Padahal tes menyebut meninggal murni sakit diabetes,” kata FR.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Sukopinggir, Agus Wijaya membenarkan warga desa sempat gempar dengan kabar tersebut namun kemudian reda. Dikatakannya, selama ini HM tidak pernah tinggal di Sukopingir. Dia hanya berkunjung saja di tempat tinggal saudaranya.

“Meninggalnya di Rumah Sakit Malang karena sakit diabetes. Tapi awalnya dikabarkan indikasi Corona. Saat meninggal dunia hasil laboratorium belum keluar, dan hasil lab tersebut keluar saat akan dimakamkan, dan hasilnya negatif Corona,” kata Agus Wijaya, Minggu (5/4/2020).

Disinggung dimakamkan dimana, pihaknya enggan menyebutkan lokasi HM dimakamkan. Agus Wijaya mengatakan, jika pihak keluarga berharap bisa dimakamkan di Sukopinggir. Namun, niatan tersebut tidak bisa diluluskan, karena banyak yang menolak serta sesuai Perdes Sukopinggir bahwa pemakaman di Sukopinggir hanya untuk warga setempat.

“Karena HM ini bukan penduduk sini. Kalau bukan warga Sukopinggir banyak yang menolak. Pemakaman hanya diperuntukkan warga Sukopingir,” pungkasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait