Orang Kaya Tinggal di Rumah Megahnya saat Jombang Dilanda Banjir

Bangunan rumah megah, milik warga yang mengamankan diri di dalam rumah saat banjir, Selasa (9/2/2021). KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
Bangunan rumah megah, milik warga yang mengamankan diri di dalam rumah saat banjir, Selasa (9/2/2021). KabarJombang.com/Anggraini Dwi/
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Bencana alam banjir memang tak mengenal status sosial kaya atau miskin. Saat banjir datang ada perbedaan yang mencolok antara dua kalangan itu. Si miskin memilih mengungsi di posko pengungsian sedangkan si kaya tinggal di rumah megahnya karena bangunan berada lebih tinggi. Ini terjadi di Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang.

Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo Kabupaten Jombang sejak 4, Februari 2021 itu merendam ratusan rumah dengan ketinggian air hingga 2 meter.

Baca Juga

“Banjir kemarin saya ndak ngungsi dan tetap berada di dalam rumah. Karena saya yakini rumah saya dua lantai jadi saya naik ke atas saja. Dan memang bangunan rumah saya sudah saya design sebelumnya agar aman jika ada banjir,” kata pemilik rumah mewah di Dusun Bandarkedungmulyo, Edi Purwanto kepada KabarJombang.com, Selasa (9/2/2021).

Untuk mengantisipasi banjir yang semakin tinggi. Edi tetap mengamankan barang-barangnya yang ada di dalam rumah.

“Kita sudah perkirakan juga sebelumnya kalau banjir sampai ke atas, soalnya bangunan rumah ini sama dengan yang ada di tanggul depan. Jadi kalau orang-orang mengungsi disana (tanggul) berarti sini aman,” katanya.

Ia juga mengatakan jika sebelum banjir tahun 2021, banjir juga sempat terjadi pada tahun 1965 sehingga untuk membangun rumah sekalian untuk antisipasi terjadinya banjir.

Sedangkan nasib Edi dan sang istri di dalam rumah sejak terjadinya banjir aman, sementara anak dan orangtuanya saat ini masih diamankan atau diungsikan ke rumah saudara.

“Ya Alhamdulillah saya dan istri saya aman didalam rumah, soalnya saya juga ada genset dan sebelum-sebelumnya juga sudah siap-siap, stok makanan, kemudian kita juga bagi-bagikan ke tetangga-tetangga, kita tetep bantu warga juga,” tandas laki-laki yang juga mengukir karir di Jakarta ini.

Lain hanya dengan Uum. Ia memilih mengungsi di rumah kakak iparnya karena rumahnya juga tergolong aman dari banjir karena tingginnya bangunan rumah dan berada di dataran tinggi daripada harus berdesakan di lokasi pengungsian.

“Ini rumah kakak ipar saya, saya ngungsi disini soalnya rumah saya kena banjir. Kemarin rumah ini juga sempat kena banjir tapi sedikit cuma halaman luar saja, soalnya rumahnya tinggi,” kata dia.

Dikatakannya, untuk satu rumah keluarga Jatmiko tidak mengungsi sama sekali. Dan saat banjir pertama kali, rumah Jatmiko menjadi ungsian pertama bagi warga setempat.

INSTAGRAM

Berita Terkait