Relokasi PKL di Jombang Ditarget Tahun 2020, Disperindag: “Itu Masih Wacana,”

Bupati Mundjidah Wahab, saat membuka acara pembinaan PKL di ruang Bung Tomo, Pemkab Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jombang, menggelar kegiatan Pembinaan Pedagang Kaki Lima (Pelaku Usaha Informal), di ruang Bung Tomo, Pemkab Jombang, Rabu (11/12/2019) siang.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, Kepala Disperindag Jombang, Bambang Nurwijanto, dan Paguyuban Pedagang, serta ratusan PKL Jombang.

Baca Juga

Bupati Munjidah Wahab menyampaikan konsistensinya untuk merubah wajah Jombang pada tahun-tahun pertama pemerintahannya. Diantaranya penataan pelaku usaha informal yang ada di Jombang.

Terkait relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2020, pihaknya telah mempersiapkan lokasi baru yang akan dipakai untuk “rumah baru” PKL jauh hari sebelumnya.

“Rencananya, sementara akan kita tempatkan para PKL ini di daerah Diwek, di daerah Tunggorono dan Parimono. Nanti kita akan cari spot-spotnya. Namun yang sudah jelas perencanaannya di daerah Diwek, realisasinya Tahun 2020,” tandas Munjidah.

Ia menegaskan bahwa, acara yang mengusung wacana relokasi PKL ini sebagai wujud perhatian pemerintah daerah kepada para PKL. Ia menjelaskan bahwa pembinaan PKL ini bukanlah suatu keinginan, namun suatu kebutuhan.

Menurutnya, acara pembinaan bagi para PKL ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi pemerintah daerah dengan PKL. Selain itu, pihaknya mengajak para PKL ikut bersama menjaga ketentraman dan keamanan di Kota Santri ini.

“Jadi hari ini kita kumpulkan para PKL dan Paguyuban, ada beberapa paguyuban mulai dari paguyuban PKL di Jalan A Yani, Jalan Gus Dur dan Paguyuban PKL Alun-alun, kita ingin silaturahim dengan mereka dan kita bina untuk menjaga ketentraman, dan keamanan,” imbuh Mundjidah.

Sementara Kepala Disperindag Kabuapten Jombang, Bambang Nurwijanto menuturkan, bahwa acara Pembinaan PKL (Pelaku Usaha Informal ), yang digelar ini, sebagai bentuk perhatian Pemkab untuk warganya. Ia berdalih, bahwa Pemkab punya program ke depan untuk penataan kotanya.

“Terkait dengan rencana relokasi, ya tentunya penataan kota harus lebih bagus seperti di kota Mojokerto,” kata Bambang Nurwijanto kepada sejumlah wartawan, usai membuka acara Pembinaan PKL.

Disinggung adanya PKL yang menolak untuk direlokasi, Bambang Nurwijanto mengatakan, rencana relokasi adalah masih dalam batas wacana dan merupakan tahap awal.

“Itu kan masih wacana, ini masih tahap awal. Masih ada kelanjutannya dan nanti harus kita bicarakan,” kata Bambang.

Sementara, Wawan (35) PKL yang biasa berdagang warung kopi di Alun-alun Jombang bersikeras akan menolak upaya Pemkab untuk melakukan relokasi terhadap PKL, jika tempat relokasi dinilainya tidak layak.

“Relokasi harus layak. Kalau lokasinya tidak layak kita akan menolak, ini bukan hal sepele. Ini urusan perut dan tidak bisa dibuat main-main,” tandasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait