Pandemi Covid-19, Tradisi Kunjungan Lebaran Tetap Berlangsung di Kesamben Jombang

Ilustrasi. (Istimewa). 
  • Whatsapp

KESAMBEN, KabarJombang.com- Meski Hari Raya Idul Fitri 1442 H/2021 M, masih dalam pandemi Covid-19. Namun, tradisi kunjungan (silaturahim) lebaran antar tetangga masih berlangsung di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Hari Raya Idul Fitri, biasanya dimeriahkan umat muslim di negeri ini dengan semarak dan tidak ada keterbatasan mobilitas. Karena dalam pandemi Covid-19, kini perayaan Idul Fitri terasa berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

Sejak Lebaran tahun lalu, perayaan Hari Raya Idul Fitri harus mematuhi protokol kesehatan. Terkait ini, pemerintah selalu mensosialisasikan baik secara tertulis maupun lesan. Demikian ini bertujuan agar kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Dalam perayaan Idul Fitri 1442 H/2021 M kali ini, meski dalam pandemic Covid-19, tradisi berkunjung dan meminta maaf antar tetangga ini pun hingga saat ini nampak tak bisa terhindarkan masyarakat, khususnya bagi masyarakat pedesaan. Mereka seakan tak bisa menghilangkan budaya lebaran di saat perayaan hari besar Islam yang berlangsung tiap tahun sekali ini.

Seperti di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ini. Masyarakat nampak keluar masuk dari pintu rumah satu ke pintu rumah lain. Mereka tetap membuka rumahnya bagi setiap orang yang akan bertamu atau bersilaturahim.

Selain budaya berkunjung lebaran antar tetangga atau halal bihalal ini juga terlihat beberapa suguhan makanan khas lebaran di desa ini. Hampir rumah menyuguhkan, seperti tape hitam yang dibungkus daun pisang, emput, pisang rebus, antari dan jenang.

Bersalaman antar sesamapun juga tetap berlangsung. Ada beberapa yang tak menggunakan masker ada pula sebagian yang menggunakan. Begitupun tempat pencuci tangan maupun handsanitizer, beberapa rumah mayoritas tak terlihat menyediakan.

“Karena sudah menjadi budaya dan dimungkinkan masyarakat desa sehat semua. Tidak ada yang terpapar Covid-19. Sehingga, kebudayaan untuk silaturahim tidak bisa ditinggalkan,” kata Narno, salah satu warga Desa Kedungbetik, kepada KabarJombang.com, Kamis (13/5/2021).

Hal ini pun senada dengan warga Desa Kedungbetik lain, Ika yang mengungkapkan jika pihaknya selama lebaran ini tetap open house atau menerima tamu.

“Masih open house, soalnya banyak saudara di daerah sini. Kan niatnya juga silaturahmi masak tidak diperbolehkan bertamu,”ungkap Ika.

Diketahui, jika yang dimaksud esensi halal bihalal merupakan silaturahim. Maka tradisi ini sudah mengakar jauh dari leluhur Nusantara. Maka sebagai istilah halal bihalal melahirkan tradisi unik yang juga hanya terjadi di Indonesia.

Selain itu juga terjadi di negara-negara Timur Tengah, termasuk di Saudi Arabia. Tahniah atau ucapan selamat yang didengungkan untuk merayakan Idul Fitri adalah kulla am wa antum bi khair (semoga sepanjang tahun kau dalam keadaan baik-baik saja). Ucapan ini sama dengan kalimat yang diucapkan untuk menyambut tahun baru.

 

 

 

 

Berita Terkait