Mengenal Mushola Bercorak Tionghoa di Jarak Kulon Jombang

Mushola di Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang memiliki arsitektur Tionghoa. KabarJombang.com/Ziyadatul Imaniyah/
Mushola di Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang memiliki arsitektur Tionghoa. KabarJombang.com/Ziyadatul Imaniyah/
  • Whatsapp

JOGOROTO, KabarJombang.com – Cukup berbeda dengan kebanyakan mushola di Kabupaten Jombang yang bernuansa Islami atau ala Timur Tengah. Mushola Al-Ikhlas di Desa Jarak Kulo, Kecamatan Jogoroto memiliki nuansa Tionghoa dengan dominasi khas cat warna merah.

Mushola bernuansa Tionghoa di Desa Jarak Kulo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang itu didirikan oleh keluarga Tionghoa beragama Buddha yang masuk Islam.

Baca Juga

Pada awalnya sekitar tahun 2002 mushola didirikan dengan arsitektur yang tak berbeda dengan kebanyakan tempat ibadah umat Islam lainnya.

Tujuan didirikannya musholla dengan arsitektur Tionghoa tersebut merupakan keinginan dari almarhum Poo Seng Beg alias Iwandianto, setelah menjadi mualaf untuk bisa memiliki mushola keluarga. Agar para keluarganya bisa lebih sering melaksanakan sholat berjamaah.

“Dulu setelah jadi mualaf Pak Iwan pokoknya ingin punya mushola di samping rumah. Kan kalau dulu setelah masuk Islam banyak keluarga yang belum bisa sholat, hanya sekedar masuk Islam. Jadi beliau ingin memiliki mushola keluarga agar bisa sering melakukan sholat berjamaah bersama keluarga,” ungkap istri almarhum Iwandianto, Fatimatuz Zahro (50) kepada KabarJombang.com, Selasa (24/8/2021).

Setelah pak Iwandianto wafat, sekitar dua tahun yang lalu mushola tersebut direnovasi menjadi mushola yang memiliki arsitektur kental dengan nunasa Tionghoa. Didominasi dengan warna merah terang dan emas serta ada aksen kaligrafi.

Ide renovasi mushola dengan arsitektur Tionghoa di Jogoroto, Jombang tersebut datang dari adik kandung pak Iwandianto yang bernama Muhammah Mas’ud. Sebab keluarga yang memiliki darah keturunan China itulah yang membuat mushola Al-Ikhlas direnovasi dengan asritektur unik.

“Karena keluarga kan masih keturunan China, jadi ya sepakat untuk renovasi mushola tersebut. Dan alhamdulillahnya adik pak Iwandianto yang namanya Muhammad Mas’ud memiliki dana lebih dan hatinya digerakkan oleh Allah untuk merenovasi mushola dengan arsitektur Tionghoa ini,” jelas Fatimatuz Zahro menambahkan.

Aktifitas di mushola Al-Ikhlas dengan arsitektir Tionghoa di Jogoroto, Jombang ini berjalan aktif setiap harinya, terkadang ada kegiatan pengajian ibu-ibu dan anak-anak yang berlangsung di mushola tersebut.

Keluarga Fatimatuz Zahro mengaku senang karena warga disekitar mushola Al-Ikhlas banyak yang penasaran dan mendukung adanya musholla unik tersebut. Banyak warga yang menjuluki musholla tersebut dengan julukan ‘Musholla Cheng Ho’ atau ‘Mushola Merah’.

“Alhamdulillah setelah terlaksana renovasi, warga sekitar banyak yang penasaran dan menerima baik. Kalau untuk namanya didaftarkan dengan nama Al-Ikhlas tapi banyak warga yang menjuluki dengan sebutan Mushola Cheng Ho atau Mushola Merah,” Fatimaruz Zahro menuturkan.

Karena keunikannya itu tidak jarang ada masyarakat yang datang bukan hanya untuk beribadah melainkan sambil selfie di depan bangunan mushola.

Jika anda ingin mengunjungi mushola dengan arsitektur Tionghoa ini, lokasi tepatnya berada Jalan Raya Jogoroto-Mojowarno, letaknya tidak jauh dari puskesmas Jarak Kulon.

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait