Ratusan Mahasiswa Unipdu Jombang Diwisuda, Wajib Serahkan Hasil Rapid Tes

KH Zaimuddin Wijaya As'ad atau Gus Zaim di sela-sela kegiatan wisuda secara tatap muka di Unipdu Jombang, Minggu (29/11/2020). (Foto: Anggraini)
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Minggu (29/11/2020), menggelar wisuda secara terbatas. Selain itu, wisuda kali ini berlangsung singkat dan dirolling per 100 wisudawan. Ada ketentuan yang tak bisa ditawar-tawar, yaitu peserta wajib menyerahkan bukti hasil rapid tes terlebih dulu.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Darul Ulum (YPTDU), KH Zaimuddin Wijaya As’ad atau Gus Zaim mengatakan, dilaksanakannya wisuda secara tatap muka ini, berdasarkan hasil polling, di mana mayoritas mahasiswa menghendakinya. Namun dengan syarat harus mematuhi apa yang ditegaskan Unipdu.

Baca Juga

“Alhamdulillah kami juga mempunyai Satgas yang mengelola agar acara ini tetap menerapkan protokol kesehatan. Wisuda ini dilaksanakan singkat, yakni selama 4 jam. Dari jam 08.00 hingga jam 12.00 WIB. Dan dirolling menjadi 4 sesi, per sesinya ada 100 mahasiswa,” ujar Gus Zuem kepada KabarJombang.com, Minggu (29/11/2020).

Gus Zuem merinci, total wisudawan/i Unipdu kali ini sebanyak 435 mahasiswa. Mulai dari Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana dari semua jurusan dan fakultas yang ada di Unipdu. Sementara yang harus melaksanakan wisuda online, sekitar 20 wisudawan.

“Ada juga wisudawan online karena mereka ada yang dari luar kota seperti Medan. Ada juga yang kurang sehat. Ada persyaratan yang harus dipenuhi wisudawan. Sebelum gladi mereka harus menyetorkan hasil rapid tes antigen. Jadi semisal mahasiswa itu reaktif, maka tidak boleh mengikuti wisuda tatap muka,” jelasnya.

Gus Zuem menambahkan, pelaksanaan wisuda hari ini tanpa mengundang pihak eksternal, baik orangtua, wali mahasiswa, maupun pejabat dari luar. Wisuda kali ini melibatkan pihak internal kampus Unipdu. Tujuannya, menghindari kerumunan.

“Mahasiswa memang boleh meminta wisuda offline tetapi harus mengikuti syarat-syarat yang kami tentukan. Sehingga tidak ada orangtua, tidak ada wali mahasiswa yang hadir. Bahkan kami tidak mengundang pihak luar, hanya internal kampus saja. Pejabat biasanya kami undang, minimal Bupati, sekarang ini tidak ada, pejabat Kabupaten juga tidak ada,” tegasnya.

“Kami juga mengimbau kepada wisudawan bahwa kalian harus tahu sikap Unipdu tentang Prokes Covid-19, itu jelas. Kita tidak meremehkan, karena kalau meremehkan itu seperti orang takabur. Kita juga tidak ketakutan seperti paranoid, karena itu seperti orang kufur. Nah kita waspada, seperti itu,” sambungnya.

Menurut Gus Zuem, ada sekitar 4 wisudawan hasil rapid tes-nya reaktif, dan saat ini sedang menjalani isolasi di Aparma. Mereka tetap wisuda namun secara online. “Secara detail ada berapa wisudawan saya kurang tahu, kemudian kita bawa langsung ke Aparma untuk diisolasi,” katanya.

Pihaknya juga berharap, para wisudawan mampu memberikan warna Islam Rahmatan Lil Alamin ketika terjun di masyarakat.

Pantauan tim KabarJombang.com di lokasi, terlihat tempat duduk wisudawan yang sudah diseting berjarak. Para wisudawan memakai masker atau faceshield. Serta di setiap sesi rolling atau pergantian wisudawan, petugas menyemprotkan disinfektan di sekitar tempat wisudawan.

INSTAGRAM

Berita Terkait