Menegok Sentra Buku Bekas di Jalan Buya Hamka Jombang

Sentra buku bekas di Jalan Buya Hamka, Jombang/KabarJombang.com/Daniel Eko
Sentra buku bekas di Jalan Buya Hamka, Jombang/KabarJombang.com/Daniel Eko
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Masih rendahnya minat baca masyarakat serta semakin banyaknya buku elektronik gratis membuat sentra buku bekas tak dilirik.

Sentra buku bekas di Jalan Buya Hamka Kabupaten Jombang telah ada sejak tahun 1993. Namun keberadaannya tidak se-terkenal dengan Kampung Ilmu Jalan Semarang, Surabaya.

Baca Juga

Karenanya di kawasan ini, terbilang sedikit penjual bukunya. Sekaligus aktivitas jual beli atau kegiatan membaca ditempat ini tak dilirik masyarakat Jombang.

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

Sentra buku bekas menawarkan berbagai macam buku, mulai dari buku pelajaran dari SD hingga Perguruan Tinggi, majalah, tabloid, dongen, cerpen, dan masih banyak lagi.

Harga yang ditawarkan juga bervariasi mulai dari Rp 500 sampai dengan Rp 3 juta. Rata-rata harga buku berkisar Rp 25 ribu. Sedangkan buku kategori mahal bergenre sejarah atau kisah pewayangan.

Walaupun mengalami kembang kempis, Maskuri (55) salah satu pedangan buku bekas tetap melakoninya pekerjaan, karena pekerjaan yang dipilihnya berawal dari kegemaran mengumpulkan buku hingga dulu menyewakan buku.

“Setiap tahun ini semakin turun pembeli. Bisa berjualan seperti saat ini, bermula dari saya menyewakan cerpen. Kebanyakan orang kalau mengenal jalan Buya Hamka pasti juga tau buku bekasnya,” ungkapnya ketika ditemui kabarjombang.com dilapaknya, Sabtu (6/2/2021).

Walupun mengalami penurunan pembeli, Maskuri menuturkan pihaknya tetap akan menyimpan bukunya sampai berapa pun dan dibirakan menumpuk tinggi di lapaknya.

“Buku yang tidak terjual saya biarkan menumpuk dan saya simpan, barangkali dilain waktu dibutuhkan. Buku sejarah disinilah yang paling mahal,” pungkasnya.

 

INSTAGRAM

Berita Terkait