Jika Oknum “Kuat” Kuasai MI di Jombang, Kasek Dipecat, Guru Mundur Puluhan Murid Pindah

Tangkapan layar dari video kiriman netizen yang memperlihatkan suasana mencekam di sekolah akibat amarah dari salah satu oknum pria berbaju coklat. (Istimewa).
  • Whatsapp

BARENG, KabarJombang.com – Beberapa waktu yang lalu, beredar berita terkait pemecatan salah seorang Kepa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Pemecatan tersebut dilakukan pihak Yayasan lantaran imbas dari sikap tegasnya yang menskorsing kepada oknum guru.

Oknum guru tersebut diskors, karena diduga terlibat dalam tindakan asusila di sekolah. Akan tetapi setelah sang Kepsek menskors oknum guru tersebut, malah ia yang harus dipecat dari jabatannya sebagai Kepala MI tersebut.

Baca Juga

Hal tersebut bisa terjadi karena oknum guru yang diskors merupakan orang yang dianggap kuat. Dengan jabatan direktur BUMDes dan adik salah satu Kepala Dinas lingkup Pemkab Jombang.

Sang kepsek bertambah sedih lantaran secara tiba-tiba muncul akta yayasan baru dan pengurus baru. Kemudian pengurus baru itulah yang memecatnya

Setelah mencuatnya berita tersebut, salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya. Mencoba untuk menceritakan masalah tersebut kepada wartawan KabarJombang.com, supaya kasusnya bisa lebih viral dan terangkat lagi (16/7/2024).

Ia juga mengaku merasa kasihan karena sang Kepsek telah mengabdi puluhan tahun dan melihat ada sekolah yang membutuhkan keadilan.

Ia bahkan merasa tak tega, karena yang seharusnya para guru punya niatan baik untuk bisa mengajar murid-muridnya. Tapi malah ada pihak-pihak yang merusak, pada akhirnya hal tersebut berimbas pada pengunduran diri dari sejumlah guru, mengikuti jejak kepala sekolah yang dipecat.

Tak hanya itu saja, sebanyak 49 MI tersebut juga memilih pindah karena merasa terganggu dan terintimidasi. Bahkan sampai diancam oknum dari pihak yayasan.

Lebih lanjut narasumber tersebut juga mengirimkan bukti video yang memperlihatkan salah seorang oknum dari pihak yayasan marah-marah di hadapan kepala sekolah dan para siswa.

Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria berbaju coklat, memakai kopyah hitam yang diketahui salah seorang oknum dari pihak yayasan sedang marah-marah.

Pertama ia mendatangi wanita berbaju hitam dengan ucapan yang kurang terdengar jelas di telinga, tapi yang pasti dengan nada yang tinggi dan raut muka yang garang.

Lalu wanita berbaju hitam yang diketahui merupakan seorang Kepala MI yang telah dipecat tersebut menjawab dengan mengatakan. “Saya tidak melanggar hukum,” jawab wanita berbaju hitam.

Namun sang pria tersebut tak menggubris pernyataan dari wanita itu dan kembali meneruskan amarahnya kepada para siswa yang terlihat sedang bergotong-royong melakukan pemindahan buku-buku. “Prei sek rek, gak oleh, koen lek anu tak polisekno kabeh,” ucapnya dalam bahasa jawa dengan nada yang sangat keras.

Kemudian dalam video tersebut sang kepala sekolah terlihat kebingungan dengan tingkah laku pria berbaju coklat yang sedang marah-marah tersebut. “Panjenengan dijak rundingan kale …..,” ucap kepela sekolah yang terselah amarah pria tersebut.

“Iyo pon-pon-pon,” selah pria tersebut kepada kepala sekolah dengan amarahnya. “Pak Heru nang kene sak iki kepala sekolah bukan kepala yayasan, tidak berhak ngatur masalah yayasan, ayo prei sek, prei. Negoro iki negoro hukum gak oleh sak penak e dewe” lanjut pria yang masih terbakar amarah tersebut.

Perlu diketahui menurut keterangan dari narasumber, pihak yayasan sebelumnya memaksa untuk mengembalikan aktivitas belajar-mengajar di MI ke gedung lama. Sebab gedung yang ditempati untuk MI tersebut rencananya akan segera dijadikan SMP.

“Akan tetapi saat hari H pemindahan malah kena marah pembina. Padahal sudah ada surat resmi untuk melakukan pemindahan dari Dinas Pendidikan,” ujar narasumber.

Hingga berita ini diunggah tim KabarJombang.com masih mengupayakan untuk melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

 

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait