Transformasi Perumda Panglungan: Bangun Tata Kelola, Fokus Komoditas Baru dan Targetkan PAD Rp 300 Juta

Foto : Perumda Perkebunan Panglungan, Wonosalam, Jombang. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

WONOSALAM, KabarJombang.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Panglungan, Wonosalam, Jombang mulai menunjukkan arah baru dalam pengelolaan bisnisnya. Meski masa Hak Guna Bangunan (HGB) atas lahan yang dikelola telah berakhir pada Mei lalu, perusahaan daerah milik Pemkab Jombang ini tetap melaju dengan strategi baru berbasis efisiensi dan produktivitas.

Direktur Perumda Panglungan, Agus Mujiono, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pembenahan internal, mulai dari sistem administrasi hingga keuangan. Langkah ini dinilai krusial untuk meletakkan pondasi manajemen yang sehat dan transparan dalam jangka panjang.

Baca Juga

“Stabilitas internal jadi kunci. Kami ingin membangun struktur yang kuat sebelum berlari lebih jauh,” ujar Agus.

Transformasi ini tidak hanya berhenti pada aspek manajerial. Perumda Panglungan juga mulai menggencarkan budidaya komoditas baru yang memiliki siklus panen singkat, seperti semangka dan tembakau. Komoditas ini dipilih karena mampu menghasilkan dalam waktu kurang dari tiga bulan, sehingga bisa mendatangkan pemasukan secara cepat dan berkelanjutan.

Panen semangka ditargetkan bisa dilakukan dalam waktu 60-65 hari, sementara tembakau 65-90 hari. Untuk mendukung pemasaran, pihak perusahaan telah menggandeng mitra distribusi di wilayah Jakarta dan Semarang. Sedangkan tembakau, sementara ini dijual dalam kondisi basah karena keterbatasan alat pengering.

Meski menghadapi tantangan dari sisi keterbatasan jumlah tenaga kerja, Agus optimistis bahwa semangat dan loyalitas karyawan saat ini sudah cukup menopang upaya transformasi tersebut. Ia pun telah menyampaikan target kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 300 juta kepada Bupati Jombang, sebagai bentuk komitmen korporasi terhadap pembangunan daerah.

Lebih jauh, Perumda Panglungan juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui rencana diversifikasi komoditas. Salah satunya adalah menjajaki kerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember guna mencari varietas unggulan yang cocok dikembangkan di kawasan tersebut.

“Kami tidak ingin hanya bergantung pada satu komoditas. Diversifikasi menjadi kunci agar lahan Panglungan tetap produktif dan memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Agus.

Transformasi yang tengah dijalankan Perumda Panglungan menjadi contoh bagaimana perusahaan daerah bisa tetap adaptif dan inovatif meski menghadapi tantangan struktural. Harapannya, upaya ini tidak hanya berdampak pada neraca keuangan perusahaan, tapi juga mendorong kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.

 

Berita Terkait