Mbak Estu Ajak Petani Kreatif untuk Tingkatkan Nilai Jual Hasil Pertanian

seminar bertajuk 'Peluang Pandemi : Diferensiasi Produk Olahan Pertanian Menuju Kekuatan Ekspor Baru Perekonomian Nasional' yang digelar Komisi V DPR RI Sadarestuwati, Senin (1/2/2021).
  • Whatsapp

JOMBANG, Kabarjombang.com – Pandemi Covid-19 memberikan dampak begitu luar biasa dalam kehidupan. Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona.

Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Kinerja ekonomi yang melemah ini turut pula berdampak pada masyarakat penggerak roda ekonomi paling bawah, UMKM serta produk pertanian.

Baca Juga

Berbagai cara mesti dilakukan. Di tengah upaya pelaksanaan vaksinasi guna mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas, pemerintah terus berupaya untuk mendongkrak sektor ekonomi. Utamanya sentra-sentra usaha kecil yang diharapkan mampu menjadi tiang ekonomi nasional.

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

“Untuk itu diperlukan nilai diferensiasi produk. Dengan itu kita bisa menyajikan produk yang lebih unik dan menarik sehingga strategi pemasaran berjalan lebih lancar,” kata Anggota DPR RI Sadarestuwati, saat membuka seminar bertajuk ‘Peluang
Pandemi : Diferensiasi Produk Olahan Pertanian Menuju Kekuatan Ekspor Baru Perekonomian Nasional’ Senin (1/2/2021).

Diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar lebih menarik, perubahan yang dilakukan adalah merubah karakter produk tersebut. Untuk membuatnya, diperlukan penelitian pasar yang cukup serius agar bisa berbeda dan diperlukan juga pengetahuan tentang produk pesaing.

“Hasil pertanian kita ini sebenarnya sangat luar biasa. Hanya saja dalam penyajiannya diperlukan terobosan. Jika produk-produk pertanian ini disajikan sudah dalam bentuk olahan, makan nilai julnya akan semakin tinggi. Namun sementara ini, masih belum maksimal,” terangnya.

Ekspor produk pertanian yang dilakukan di negara ini, masih banyak dilakukan dalam bentuk barang mentah. Sehingga, lanjut politisi PDI Perjuangan ini, nilai ekspor tidak bisa maksimal. Padahal, jika pengolahan hasil pertanian itu dilakukan, maka akan menambah nilai jual.

“Produk kita akan memiliki keunggulan tersendiri dari produk lain. Misalnya dari sisi, penampilan, manfaat, harga yang lebih murah, dan lain sebagainya. Produk yang memiliki perbedaan dengan produk lain bisa menjadi unggul karena memiliki kelebihan tampilan dan pandangan yang lebih menggugah konsumen,” papar politisi asal Jombang ini.

Bukan tidak mungkin, kata politisi wanita yang akrab disapa Mbak Estu ini, produk pertanian Indonesia bisa menguasai pasar di manca negara. Jika produk-produk hasil pertanian diolah dengan baik sehingga memunculkan brand dan image yang menarik di pasaran.

“Harapannya, diferensiasi produk ini nantinya bisa membuat pasar ekspor melirik produk-produk pertanian dari Indonesia. Dengan begitu, ekspor produk pertanian kita akan semakin meningkat,” tandas Mbak Estu dalam paparanya secara virtual di hadapan puluhan Bendahara Desa se-Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Berita Terkait