Antrian Air Bersih Warga Ngares
BARENG, Kabar Jombang.com- Perbaikan fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, mulai dilakukan. Meski pompa telah kembali beroperasi, pembenahan jaringan pipa masih berlangsung sehingga warga tetap mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD Jombang hingga Minggu (25/10/2026) siang.
Berdasarkan pantauan perkembangan langsung di lokasi, Minggu (25/10/2026), kelompok pemuda karang taruna bersama warga dan perangkat desa setempat bergotong royong memperbaiki pipa yang mengalirkan air dari Pamsimas ke rumah-rumah warga. Hingga siang hari, terlihat warga masih memanfaatkan pasokan air bersih bantuan BPBD Jombang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kebondalem, Siswanto, menjelaskan kerusakan sebelumnya terjadi pada pompa sibel. Selain itu, sejumlah pipa yang mengalirkan air ke rumah warga juga perlu disambungkan kembali.
“Penyebabnya ini sibelnya rusak, untuk pompa sibelnya itu rusak,” ujar Siswanto.
Menurutnya, sebagian pipa sempat diputus oleh warga yang merasa kesal akibat kesulitan memperoleh air bersih. Saat ini, pipa-pipa tersebut kembali disambungkan melalui kerja bakti bersama.
“Ini kemarin kan diputus sama warganya, saking jengkelnya mungkin, nah ini disambungin lagi pipanya,” jelasnya saat diwawancarai, Minggu (25/10/2026).
Siswanto menargetkan pembenahan pipa dapat diselesaikan pada hari ini sehingga air bisa kembali optimal
“Satu hari ini selesai, targetnya hari ini selesai, enggak sampai satu hari selesai ini, setelah ini kami perbaiki semoga airnya bisa optimal kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Jombang, Faisol Zakariya, mengatakan perbaikan Pamsimas telah mendapat bantuan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Jombang berupa pompa sibel, Kamis (22/10/2026)
Meski pompa telah kembali beroperasi, pemulihan distribusi air belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat jaringan pipa yang membutuhkan perbaikan. Faisol menyebut terdapat dua saluran yang menjadi perhatian. Satu saluran sudah siap dan dapat dimanfaatkan, sedangkan saluran lainnya masih membutuhkan perbaikan lebih lanjut.
“Untuk saluran yang kedua, belum bisa dipastikan karena membutuhkan tenaga dan waktu, termasuk material pipa PVC. Mungkin dari pihak Perkim bisa memfasilitasi,” ujar Faisol saat dikonfirmasi, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, warga telah menggelar musyawarah pada Jumat malam untuk membahas pengelolaan Pamsimas ke depan. Pengelolaan tersebut direncanakan dilakukan oleh kelompok pemuda agar fasilitas air bersih dapat beroperasi dan berjalan dengan baik, termasuk untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional.
“Pada Jumat malam kemarin, warga sudah bermusyawarah terkait pengelolaan Pamsimas ke depan. Nantinya, pengelolaan akan dilakukan oleh kelompok pemuda agar bantuan ini bisa beroperasi dan berjalan dengan baik. Untuk biaya operasionalnya, akan menggunakan dana dari SR yang dikelola,” katanya.
Faisol mengakui perawatan dan pemantauan kondisi Pamsimas selama ini belum maksimal. Kerusakan yang terjadi menjadi bahan evaluasi agar pengelolaan dan perawatan fasilitas tersebut dapat ditingkatkan.
“Selama ini, perawatan dan pemantauan kondisi Pamsimas memang belum maksimal. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami agar ke depan pengelolaan dan perawatannya bisa lebih baik, sehingga kerusakan serupa tidak kembali terjadi,” tuturnya.
Warga berharap distribusi air bersih dapat segera kembali normal. Salah seorang warga RT 2 RW 1, Tolib, mengapresiasi bantuan air bersih yang selama ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Pamsimas mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah selama ini sudah dibantu dengan air bersih ini bisa. Semoga dengan dibetulkannya ini masyarakat bisa menikmati air bersih kembali seperti dulu sebelum kerusakan Pamsimasnya,” ujar Tolib.
Ia berharap fasilitas Pamsimas dapat berfungsi secara berkelanjutan sehingga warga tidak kembali mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Semoga airnya bisa lancar terus tanpa ada kerusakan seperti ini lagi, soalnya susah kalau sampai kekurangan air di sini, kasihan harus antre ambil air di sini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum Dinas Perkim Jombang, Srti Rahayu, menyampaikan bahwa pemeriksaan awal pada Senin (19/10/2026) menemukan sumur Pamsimas dalam kondisi tidak berfungsi. Ia menyebut kondisi sumur yang telah lama digunakan kemungkinan membutuhkan perawatan, sementara penyebab pasti gangguan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Krisis air bersih di Dusun Ngares sebelumnya berdampak pada sekitar 200 kepala keluarga (KK), berdasarkan keterangan Kepala Dusun Ngares. Uapaya memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD Jombang mulai menyalurkan bantuan air bersih pada Kamis (15/10/2026). Bantuan diberikan setiap dua hari sekali dengan volume sekitar 10.000 liter dalam satu siklus pengiriman.
Leave a Comment