Peristiwa

Viral Tepuk Sakinah, Kemenag Jombang Tegaskan Hanya untuk Bimbingan Calon Pengantin

JOMBANG, KabarJombang.com – Inovasi dalam program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) terus dikembangkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), termasuk di Kabupaten Jombang. Salah satu terobosan yang kini menarik perhatian publik adalah ‘Tepuk Sakinah’, sebuah metode kreatif untuk mengajarkan lima pilar utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis.

Menurut penjelasan Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, ‘Tepuk Sakinah’ merupakan bagian dari kegiatan pembekalan dalam program Bimwin yang ditujukan untuk para calon pengantin (catin). Metode ini digunakan sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih menyenangkan, interaktif, dan mudah diingat.

“Tepuk Sakinah itu memang digunakan saat pelaksanaan Bimbingan Perkawinan, bukan ketika akad nikah. Tujuannya untuk memotivasi peserta agar lebih semangat dan terlibat dalam materi yang disampaikan,” jelas Muhajir saat dikonfirmasi pada Senin (29/9/2025).

Muhajir menegaskan bahwa Tepuk Sakinah tidak bersifat wajib, dan tidak perlu diterapkan dalam prosesi akad nikah. Menurutnya, penerapan yel-yel tersebut memang hanya dianjurkan dalam forum pembekalan, bukan pada acara resmi pernikahan.

“Kalau pada saat akad nikah tidak perlu lah pakai Tepuk Sakinah. Itu hanya bagian dari metode pembelajaran dalam Bimwin, bukan sesuatu yang diwajibkan,” tambahnya.

Menurutnya, inovasi seperti tepuk sakinah hadir sebagai respon terhadap tingginya angka perceraian, terutama di usia pernikahan muda. Program Bimwin sendiri merupakan upaya Kemenag melalui Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membekali calon pengantin secara lahir dan batin, agar siap membangun keluarga yang sehat dan harmonis.

“Filosofi di balik Tepuk Sakinah ini sangat dalam. Ini bukan sekadar tepuk tangan, tapi sarana menyampaikan nilai-nilai penting dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ungkap Muhajir.

Kemenag Jombang mendukung penuh penerapan metode kreatif ini dalam setiap sesi Bimbingan Perkawinan, namun tetap menekankan konteks penggunaannya agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tepuk sakinah ini diperkenalkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. Tepuk Sakinah adalah permainan yel-yel dengan irama ceria dan syair yang mengandung pesan mendalam tentang nilai-nilai pernikahan.

Gerakannya mirip dengan tepuk pramuka atau tepuk semangat yang sudah populer di kalangan masyarakat. Dengan lirik sederhana namun sarat makna, Tepuk Sakinah mengajarkan lima prinsip utama dalam rumah tangga:

Berpasangan (Zawaj)
Janji Kokoh (Mitsaqan Ghalidzan)
Saling Cinta
Saling Hormat
Saling Jaga
Saling Ridho
Musyawarah untuk Sakinah

Nada yang digunakan pun familiar, yaitu diadaptasi dari lagu anak-anak ‘Suka Hati’, sehingga lebih mudah dihafalkan oleh peserta.

 

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar