Peristiwa

Viral Petugas Diduga Tertidur, KA Brantas Nyaris Hantam Truk di Perlintasan Mengkreng

BANDARKEDUNGMULYO, KabarJombang.com — Ancaman maut di rel kereta api berhasil ditepis lewat kesigapan seorang warga. Nyaris saja terjadi insiden fatal antara KA Brantas relasi Pasar Senen–Blitar dengan sebuah truk kontainer di perlintasan sebidang JPL 303 Mengkreng, Purwoasri, Kabupaten Kediri, Rabu (22/7/2026) dini hari pukul 01.45 WIB.

​Krisis di jalur perbatasan wilayah Kediri, Nganjuk, dan Jombang ini dipicu oleh kelalaian petugas jaga lintasan yang kedapatan tertidur pulas saat jam operasional.

Di saat bersamaan, lokomotif KA Brantas meluncur kencang dari arah utara menuju Kediri mendekati titik lintasan. Sementara palang pintu belum tertutup. ​Beruntung, situasi genting tersebut disaksikan langsung oleh seorang kreator konten TikTok dengan akun @martabakperak.

Tanpa pikir panjang, ia bersama warga sekitar langsung bergerak sigap meneriaki para pengemudi kendaraan agar menghentikan laju mereka sebelum melintasi rel.

​”Mariki Kereta Brantas lewat iki, keturon, sing jogo nandi iki, sing jogo keturon,” seru perekam dalam video berdurasi 1 menit 30 detik yang sontak viral di berbagai platform media sosial.

​Dalam rekaman amatir tersebut, terlihat truk-truk berukuran besar masih lalu-lalang sesaat sebelum rangkaian gerbong kereta melintas. Berkat teriakkan peringatan keras dari warga yang berjibaku dari arah barat, timur, dan selatan, potensi tabrakan maut berhasil dihindarkan tanpa ada korban jiwa.

​Usai memastikan kereta lewat dengan selamat, perekam bersama warga langsung mendatangi pos jaga JPL Mengkreng untuk membangunkan petugas yang tertidur lelap.

PT KAI Daop 7 Madiun Minta Maaf

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun membenarkan peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) pukul 01.48 WIB tersebut.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, juga mengakui bahwa palang pintu tidak tertutup saat KA 152 Brantas relasi Pasarsenen–Blitar melintas akibat petugas jaga tidak menjalankan prosedur pengamanan semestinya.

Pihak KAI Daop 7 Madiun langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan PPKA Kertosono, Unit Jalan dan Jembatan (JJ) 7.3 Kertosono, serta petugas pengamanan di lapangan. Petugas yang bersangkutan kini telah diberikan pembinaan ketat serta didampingi langsung dalam menjalankan tugasnya.

Tohari juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dan potensi risiko yang ditimbulkan.

​”Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang timbul akibat kejadian ini. Keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama KAI. Kami tidak mentoleransi setiap bentuk pelanggaran terhadap prosedur operasional yang dapat berpotensi menimbulkan risiko keselamatan,” ujar Tohari.

​Ia memastikan bahwa insiden tersebut tidak sampai mengganggu perjalanan KA maupun memicu keterlambatan. Kendati demikian, KAI menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi total untuk memperketat pengawasan dan disiplin internal agar kelalaian serupa tidak terulang kembali.

​Di sisi lain, KAI Daop 7 Madiun mengingatkan kembali kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan di setiap perlintasan sebidang, baik yang berpalang maupun tidak. Tohari menegaskan bahwa fungsi utama palang pintu rel bukanlah pengaman bagi pengguna jalan, melainkan alat bantu untuk mengamankan jalur kereta api.

​”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu disiplin saat akan melintasi perlintasan sebidang. Jangan bergantung pada keberadaan palang pintu, karena palang pintu hanyalah alat bantu. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan aman, kemudian baru melanjutkan perjalanan,” tutup Tohari.

Leave a Comment
Share
Published by
Redaksi