Jemaah umroh keloter ketiga KBIHU Muslimat NU Jombang ketika berada di Tanah Suci. (Istimewa)
JOMBANG,KabarJombang.com- Kepastian tiket kepulangan jemaah umrah KBIHU Muslimat NU Jombang yang tergabung dalam kloter terakhir hingga Selasa (15/9/2026) diduga masih belum jelas. Kondisi tersebut membuat keluarga jemaah khawatir, terlebih kepulangan kloter terakhir dijadwalkan berlangsung pada Rabu (16/9/2026).
Dari total 192 jemaah, kepulangan dilakukan secara bertahap dalam tiga kloter. Kloter pertama dan sebagian jemaah kloter kedua telah kembali ke Jombang, sementara sebagian lainnya masih berada di Arab Saudi. Adapun tiket kepulangan kloter terakhir hingga kini disebut diduga belum diterbitkan.
Salah satu anggota keluarga jemaah kloter ketiga berinisial NAD, warga Megaluh, Jombang, mengaku masih khawatir karena tiket kepulangan hingga kini belum diberikan kepada jemaah.
Menurut NAD, informasi terakhir yang diterimanya menyebut tiket akan diterbitkan pada Selasa malam waktu Arab Saudi. Namun, ia berharap informasi tersebut benar-benar terealisasi dan tidak kembali mengalami perubahan seperti jadwal keberangkatan sebelumnya.
“Informasinya untuk malam hari jemaah di Makkah dan Madinah dikeluarkan tiketnya dan dipulangkan. Informasi terakhir seperti itu, tapi takut hanya janji-janji saja seperti yang sebelumnya yang katanya mau berangkat tanggal 2 tapi ternyata ditunda sampai tanggal 5. Semoga nanti malam waktu Arab Saudi memang benar-benar keluar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
NAD menyebut kepulangan kloter ketiga dijadwalkan, Rabu (16/9/2026). Sementara itu, masih terdapat 26 jemaah yang seharusnya tergabung dalam kepulangan kloter kedua, Sabtu (12/9/2026), tetapi hingga kini disebut belum kembali.
“Harusnya besok untuk yang kloter 3, yang kloter 2 tanggal 12 September kemarin,” ungkapnya.
Selain persoalan tiket kepulangan, NAD menyampaikan adanya informasi mengenai dana talangan sebesar Rp7 juta untuk pengadaan tiket kepulangan. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa yang nantinya akan menanggung biaya tersebut.
“Yang saya nangkep infonya itu, ini tadi sore sebelum ada info terbaru, karena tidak ada kejelasan pihak travel, tour leader-nya berinisiatif untuk menalangi tiket kepulangan sebesar Rp7 juta itu. Nah, karena ada berita tersebut keluarga korban jadi ramai menanyakan itu nanti uangnya dibebankan ke siapa, jemaah atau KBIHU atau travel,” jelasnya.
Menurutnya, keluarga jemaah saat ini lebih mengutamakan kepastian kepulangan daripada mempermasalahkan pembebanan biaya tersebut.
“Nah jemaah di sana iya-iya saja, yang penting pulang tanpa menanyakan lebih lanjut uang tersebut nanti dibebankan ke siapa,” imbuhnya.
Ia berharap pihak travel lebih responsif dalam memberikan informasi dan segera menyelesaikan persoalan kepulangan jemaah.
“Saya berharap pihak travel lebih responsif dan bertanggung jawab, perbaiki sistemnya dan public relation-nya, manajemen untuk menghadapi permasalahan juga diperbaiki dalam hal memberikan solusi tanpa membebani jemaah, lebih merendah, enggak sombong dan sadar kalau bukan hanya jemaah yang butuh mereka, tapi mereka juga butuh jemaah biar bisnisnya terus jalan,” pungkasnya.
Hingga berita ini selesai ditulis, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup) dan KBIHU Muslimat NU Jombang terkait status tiket kepulangan kloter terakhir serta jadwal kepulangan jemaah. Namun, kedua pihak belum memberikan keterangan.
Sebelumnya diberitakan, 192 jemaah umrah KBIHU Muslimat NU Jombang terbagi dalam tiga keberangkatan. Sebanyak 20 jemaah mengikuti keberangkatan pertama, 118 jemaah tergabung dalam keberangkatan kedua, sedangkan 54 jemaah berada dalam keberangkatan ketiga atau kloter terakhir.
Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah atau Ning Ema, sebelumnya menjelaskan bahwa kepulangan jemaah dilakukan secara bertahap menyesuaikan waktu keberangkatan masing-masing jemaah dengan paket perjalanan selama 12 hari.
“Bertahap sesuai hari keberangkatan kan paket 12 hari. Yang kedua besok kepulangan, dan yang ketiga atau keberangkatan ketiga direncanakan pulang 5-6 hari lagi,” jelasnya.
Terkait kloter ketiga, Ning Ema sebelumnya menyebut tiket kepulangan hingga Jumat (11/9/2026) belum diterbitkan.
Sementara itu, Direktur/CEO PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Grup), Erni Khairunnisa, sebelumnya menyampaikan bahwa jemaah KBIHU Muslimat NU Jombang telah mendapatkan jadwal penerbangan pada 12 September 2026. Menurutnya, jemaah memperoleh tambahan waktu satu hari di Makkah sebelum kembali ke Indonesia.
Leave a Comment