Foto : Kabar duka, Suprapto Kepala Desa Keuhkembeng yang meninggal dunia. (Istimewa)
PETERONGAN, KabarJombang.com – Kabar duka datang dari Kabupaten Jombang. Kepala Desa (Kades) Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Suprapto, meninggal dunia pada Selasa (14/10/2025) pagi setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya sejak beberapa bulan terakhir.
Kabar meninggalnya Suprapto menambah jumlah kekosongan kursi kepala desa di Kabupaten Jombang menjadi tujuh.
“Benar, memang pagi ini Pak Suprapto, Kepala Desa Kepuhkembeng, meninggal dunia,” ujar Camat Peterongan, Mohammad Eryk Arif, saat dikonfirmasi.
Menurut Eryk, almarhum menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 05.15 WIB di sebuah rumah sakit tempat ia menjalani perawatan.
“Beliau memang sudah keluar masuk rumah sakit dalam enam bulan terakhir. Sakit yang dideritanya cukup berat hingga akhirnya meninggal dunia,” tambah Eryk.
Dengan wafatnya Suprapto, jumlah desa di Kabupaten Jombang yang mengalami kekosongan jabatan kepala desa kini bertambah menjadi tujuh.
Berikut daftar desa yang mengalami kekosongan kades:
Desa Pengampon, Kecamatan Kabuh
Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno
Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh
Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo
Desa Kampungbaru, Kecamatan Plandaan
Desa Sukorejo, Kecamatan Perak
Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan
Pemerintah Kecamatan akan segera melaporkan kekosongan ini ke tingkat kabupaten untuk selanjutnya ditunjuk Penjabat (Pj) Kepala Desa sementara hingga pelaksanaan pilkades berikutnya.
“Kami akan segera proses administrasi untuk penunjukan Pj. Ini penting agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar,” pungkas Camat Eryk.
Jenazah Suprapto langsung dimakamkan pada pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, di pemakaman umum desa setempat.
Pengumuman duka disampaikan oleh takmir masjid melalui pengeras suara tak lama setelah waktu Subuh.
“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Bapak Suprapto, Kepala Desa Kepuhkembeng, telah berpulang ke rahmatullah. Monggo, sedoyo warga, bersama-sama hadir takziah di kediaman almarhum di Dusun Klagen,” demikian pengumuman yang disampaikan dari masjid desa.
Suprapto atau yang akrab disapa Glitu dikenal sebagai sosok pemimpin desa yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia menjabat sebagai kepala desa selama dua periode dan terakhir terpilih dalam Pilkades Serentak tahun 2019.
“Almarhum dikenal sangat berdedikasi. Dalam urusan pelayanan masyarakat, beliau tidak pernah membatasi waktu. Bahkan sering membantu warga meski di luar jam kerja atau tidak sedang berada di kantor desa,” kenang Abdul Machin, salah satu warga Kepuhkembeng.
Suprapto meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, namun juga bagi warga Kepuhkembeng yang merasa kehilangan sosok pemimpin yang bersahaja.
Leave a Comment