Peristiwa

SPPG Polres Jombang Resmi Beroperasi, Dorong Program MBG dan Perkuat Ekonomi Warga

JOMBANG, KabarJombang.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui pengembangan layanan pemenuhan gizi di tingkat daerah. Salah satu langkah konkret ditunjukkan dengan diresmikannya tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Jombang yang dikelola Yayasan Kemala Bayangkari Polres Jombang.

Peresmian dipusatkan di SPPG Polres Jombang yang berlokasi di Desa Jombatan, Kecamatan Jombang, Jumat (23/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Warsubi. Bersamaan dengan itu, dua SPPG lain yang berada di Kecamatan Ngoro dan Mojoagung juga mulai beroperasi.

Ketiga fasilitas tersebut dinyatakan telah memenuhi standar kelayakan, baik dari aspek infrastruktur, manajemen operasional, maupun proses pengolahan makanan. Pemerintah daerah bahkan menilai SPPG Polres Jombang layak dijadikan contoh pengembangan layanan gizi serupa di wilayah lain.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menegaskan bahwa pendirian SPPG merupakan bentuk dukungan nyata Polres Jombang terhadap program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Selain berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, SPPG juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

“Setiap SPPG mampu melibatkan hingga 43 relawan, dan kami memprioritaskan perekrutan dari masyarakat setempat, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan,” ujar AKBP Ardi Kurniawan.

Tak hanya itu, pengadaan bahan pangan untuk operasional SPPG juga diarahkan melibatkan koperasi, gabungan kelompok tani (Gapoktan), hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Skema tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal secara berkelanjutan.

“Bahan pokok akan kami upayakan berasal dari koperasi, Gapoktan, maupun melalui BUMDes, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Jombang,” lanjutnya.

Program ini menyasar kelompok prioritas penerima manfaat, mulai dari pelajar, balita, hingga ibu hamil. Pada tahap awal, setiap SPPG akan melayani sekitar 1.000 penerima manfaat, dengan potensi peningkatan bertahap hingga maksimal 3.000 orang.

Saat ini, Polres Jombang telah memiliki enam unit SPPG. Tiga di antaranya telah diresmikan, sementara tiga lainnya dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat. Secara keseluruhan, di Kabupaten Jombang terdapat tujuh SPPG di bawah naungan Polri, termasuk satu unit yang berada di Mojowano dan dikelola Itwasum Polri.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi memberikan apresiasi atas peran aktif Polres Jombang dalam mendukung peningkatan gizi masyarakat. Ia menyebutkan, hingga kini terdapat 67 SPPG yang telah berdiri dan beroperasi di seluruh wilayah Jombang.

Menurut Warsubi, keberadaan SPPG berkontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting. Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di Jombang turun dari 4,46 persen menjadi 3,4 persen pada akhir 2026. Capaian tersebut menempatkan Jombang sebagai daerah dengan peringkat terbaik di Regional 1 yang meliputi Jawa, Bali, dan Sumatera, sekaligus mendapatkan dukungan fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,49 miliar.

Meski demikian, Warsubi mengakui jumlah SPPG yang ada masih belum mencukupi untuk melayani seluruh sasaran MBG yang mencapai puluhan ribu warga. Pemkab Jombang memperkirakan masih diperlukan sekitar 30 SPPG tambahan agar pelayanan gizi dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata.

Ia juga menekankan pentingnya aspek keamanan pangan, terutama terkait sumber bahan makanan protein hewani yang harus berasal dari pemasok bersertifikat dan memenuhi standar kesehatan guna mencegah risiko keracunan.

Selain itu, Bupati mendorong keterlibatan petani dan peternak lokal dalam rantai pasok MBG. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjamin kualitas dan kesegaran bahan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Dari total 67 SPPG yang beroperasi di Jombang, sebanyak 45 unit telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara sisanya masih dalam proses verifikasi oleh Dinas Kesehatan.

Pemkab Jombang berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat agar program MBG berjalan berkelanjutan serta sejalan dengan agenda pembangunan daerah, termasuk penguatan koperasi desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar