Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada
PLANDAAN, KabarJombang.com – Sepekan berlalu sejak 11 siswa SDN Purisemanding 1, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, mengalami mual hingga muntah usai menyantap susu yang ada di menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, hingga Rabu (30/9/2026), penyebab keluhan yang dialami para siswa tersebut belum diketahui secara pasti.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan proses pemeriksaan terhadap sampel yang telah diambil sebelumnya masih berlangsung. Hasil uji laboratorium hingga kini belum diterima oleh Dinkes Jombang.
“Hasil test atau uji lab masih berjalan dan belum keluar,” kata Hexawan, Rabu (30/9/2026).
Sebelumnya, tim Dinkes Jombang telah turun langsung ke SDN Purisemanding 1 serta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Plandaan untuk melakukan penelusuran.
Petugas mengambil sejumlah sampel yang berkaitan dengan menu MBG. Di antaranya sampel susu, seluruh menu makanan yang disalurkan kepada siswa, hingga sampel air dari sekolah dan dapur SPPG.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah keluhan mual dan muntah yang dialami 11 siswa berkaitan dengan makanan atau minuman dalam program MBG, atau terdapat faktor lain di luar menu yang mereka konsumsi.
Saat kejadian, 11 siswa sempat mendapat penanganan medis di Puskesmas Plandaan. Setelah menjalani pemeriksaan dan observasi, seluruh siswa diperbolehkan pulang karena kondisi mereka berangsur membaik.
Dinkes Jombang sebelumnya juga belum menyimpulkan adanya keracunan makanan. Pasalnya, dari sekitar 1.615 penerima manfaat MBG yang mendapat distribusi dari SPPG Plandaan, hanya 11 siswa yang mengalami keluhan.
Selain itu, sejumlah sekolah lain yang menerima distribusi makanan dari SPPG yang sama juga belum melaporkan adanya keluhan serupa.
Kondisi tersebut membuat penyebab mual dan muntah yang dialami para siswa masih menjadi bagian dari penelusuran. Dinkes juga sebelumnya tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain, termasuk makanan atau minuman yang dikonsumsi siswa di luar menu MBG.
Selama hasil pemeriksaan belum keluar, Dinkes Jombang belum dapat memastikan apakah keluhan yang dialami 11 siswa tersebut berkaitan dengan menu MBG yang mereka santap pada Kamis (24/9/2026).
Hingga Rabu (30/9/2026), Hexawan memastikan proses pengujian masih berjalan. Dinkes Jombang masih menunggu hasil laboratorium sebagai bagian dari penelusuran kasus tersebut.
Leave a Comment