Tangis keluarga saat iringi pemakaman Gondam Prakoso, Crew Kapal Virgo yang tenggelem asal Desa Bulurejo, Diwek, Jombang. (Kevin Nizar)
DIWEK, KabarJombang.com – Penantian panjang selama 18 hari akhirnya berujung kepastian bagi keluarga Gondam Prakoso (32), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
Jenazah Gondam tiba di rumah duka di Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kamis (1/10/2026). Tangis keluarga pecah ketika peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans dan dibawa masuk ke rumah duka.
Duka semakin terasa ketika sang istri tak kuasa menahan kesedihan. Ia bahkan sempat pingsan saat jenazah suaminya tiba setelah selama 18 hari menunggu kabar kepastian keberadaan Gondam.
Namun, perjalanan jenazah Gondam menuju rumah duka sempat mengalami kendala. Ambulans yang membawanya terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Jenazah kemudian dipindahkan ke ambulans lain untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah duka. Setibanya di rumah duka, jenazah langsung disalatkan sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.
Gondam merupakan salah satu kru KM Virgo Transport 8. Pria 32 tahun tersebut bertugas sebagai mualim dua. Kapal yang ditumpanginya terbalik dan tenggelam di perairan Laut Jawa.
Sebelum kapal tenggelam, Gondam sempat menghubungi pihak keluarga dan menyampaikan bahwa kapal yang ditumpanginya mulai tenggelam. Dzulkarnaen Sutopo, paman Gondam, mengatakan komunikasi tersebut menjadi kabar terakhir yang diterima keluarga dari korban.
“Ia sebetulnya di jam 01.04 menit itu sempat hubungi kita, pihak keluarga. ‘Ma, kapalku tenggelam,’ bilangnya pada jam itu,” ujar Dzulkarnaen usai pemakaman.
Setelah komunikasi tersebut, keluarga terus menunggu kabar mengenai keberadaan Gondam. Hingga akhirnya, pada hari ke-18, keluarga mendapat informasi dari Basarnas bahwa jenazah Gondam telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi.
“Alhamdulillah, tadi pagi sudah kita jemput di Bandara Juanda Surabaya dan kita bawa ke rumah duka dan kita makamkan,” lanjutnya.
Sempat Bagikan Pelampung Sebelum Hilang 18 Hari
Berdasarkan keterangan keluarga yang mendapat informasi dari sesama kru kapal yang selamat, Gondam saat kejadian disebut berada bersama lima kru lainnya ketika kapal mulai terbalik.
Mereka disebut menjadi bagian dari kru yang keluar dari kapal paling belakang. Sebelum menyelamatkan diri, Gondam bersama kru lainnya juga disebut sempat menjalankan tugas membagikan pelampung hingga mengembangkan life raft.
Setelah pencarian selama 18 hari, jenazah Gondam akhirnya ditemukan di wilayah pesisir yang berada di sekitar Kabupaten Sampit, Kalimantan Tengah. Jenazah kemudian menjalani proses identifikasi sebelum dipulangkan ke Jombang.
Tinggalkan Istri-Anak Balita, Gondam Ingin Jadi Kapten Kapal
Gondam meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia empat tahun. Kepergian Gondam juga menyisakan cita-cita yang belum sempat diwujudkan.
Sebelum berangkat berlayar, Gondam disebut telah menyelesaikan proses pendaftaran untuk melanjutkan pendidikan. Ia berencana meningkatkan pendidikan dan kariernya hingga bisa menjadi kapten kapal.
Namun, cita-cita tersebut kini harus terhenti. Gondam telah dimakamkan setelah 18 hari menjadi bagian dari pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Bagi keluarga, ditemukannya jenazah Gondam tentu tetap menyisakan duka mendalam. Namun, kepastian tersebut setidaknya mengakhiri penantian panjang keluarga dan memungkinkan mereka memberikan penghormatan terakhir kepada Gondam.
Kini, Gondam telah kembali ke kampung halamannya untuk terakhir kalinya. Bukan lagi sebagai seorang pelaut yang bersiap berlayar, melainkan sebagai anggota keluarga yang akhirnya dipulangkan setelah 18 hari dinantikan.
Leave a Comment