Kondisi peserta didik SMPN 1 Kabuh ketika mendapatkan perawatan medis diduga usai memakan menu MBG
JOMBANG, KabarJombang.com- Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jombang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi sarana dan prasarana (sarpras) SPPG Brumbung Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang, setelah 259 siswa SMPN 1 Kabuh mengalami keluhan kesehatan diduga usai menyantap menu MBG. Salah satu catatan dalam evaluasi tersebut berkaitan dengan keterbatasan rice steamer atau penanak nasi.
Kepala Satgas MBG Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, mengatakan evaluasi dan pembenahan dilakukan bersama tim BGN yang melibatkan BGN Korwil Jombang serta perwakilan BGN Regional/Cabang Jawa Timur.
“Ya kemarin setelah ada keracunan di Kabuh kami melakukan evaluasi dan kemungkinan pembenahan sarpras bersama dengan tim BGN, bahkan kemarin BGN wilayah Surabaya juga hadir,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026).
Agus menjelaskan, ketersediaan rice steamer menjadi salah satu bahan evaluasi karena berkaitan dengan jumlah penerima manfaat di SPPG Brumbung Mangunan yang mencapai 2.897 orang.
Menurutnya, SPPG tersebut idealnya memiliki sedikitnya empat penanak nasi agar proses memasak dapat disesuaikan dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun, saat evaluasi ditemukan hanya tersedia dua unit.
“Evaluasi kemarin kaitan dengan sarpras contoh misalnya kemarin yang menjadi catatan disitu ada rice steamer. Jadi penerimaan manfaat berjumlah 2.897, paling tidak penanak nasinya ada 4 namun disitu hanya ada 2, sehingga ketika 4 itu kan masaknya bisa sesuai dengan SOP. Itu yang menjadi diskusi jadi masukan ke BGN,” ungkapnya.
Agus menegaskan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
“Yang pasti kami tetap menunggu hasil uji dari Lab. Jadi kita tunggu saja hasilnya,” ucapnya.
Satgas MBG Kabupaten Jombang, akan terus berkolaborasi dengan BGN melalui evaluasi, pembenahan, serta pemberian masukan agar pelaksanaan program MBG berjalan dengan baik.
“Pastinya kami berusaha untuk mencoba kolaborasi, saling evaluasi, saling ingatkan, saling berikan masukan. Supaya program strategis ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Terkait kemungkinan pemberian sanksi terhadap SPPG Brumbung Mangunan, Agus menjelaskan bahwa keputusan mengenai sanksi berada pada kewenangan BGN. Sementara Satgas MBG Kabupaten Jombang melakukan evaluasi dan pembenahan bersama BGN serta memberikan masukan terkait hasil evaluasi tersebut.
Sebelumnya diberitakan, siswa SMPN 1 Kabuh menerima makanan MBG pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan kesehatan yang dirasakan hingga sore dan malam hari.
Keluhan yang dilaporkan meliputi diare, mual, muntah, pusing, sakit perut hingga lemas. Sejumlah siswa kemudian mendapatkan pemeriksaan dan penanganan di fasilitas kesehatan.
Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari udang saus Padang, pepaya, sayur tumis dan tahu.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang mencatat sebanyak 259 siswa terindikasi mengalami keluhan kesehatan dalam kasus tersebut.
Pasca kejadian, Dinkes Jombang juga melakukan evaluasi terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG Brumbung Mangunan, Kecamatan Kabuh, yang berada di bawah naungan Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta.
Leave a Comment