Para jamaah Gus Iqdam di Alun-alun Jombang yang mengapling tempat
JOMBANG, KabarJombang.com – Bukan hanya menyiapkan alas untuk duduk, sejumlah jamaah Jombang Bersholawat rela datang sejak sehari sebelum acara demi mendapatkan tempat terbaik di depan panggung. Di kawasan Alun-alun Kabupaten Jombang, Selasa (13/10/2026), sejumlah titik mulai dipagari tali rafia sebagai penanda kapling tempat duduk untuk menyaksikan pengajian KH Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, dai muda kondang asal Kabupaten Blitar.
Pantauan di lokasi, Selasa pagi, menunjukkan sejumlah area di sekitar panggung telah ditandai dengan alas duduk dan pembatas tali rafia. Bahkan, sebagian jamaah disebut sudah mulai mengamankan posisi sejak Senin (12/10/2026) siang.
Mereka rela datang lebih awal agar bisa menyaksikan Gus Iqdam dari jarak dekat. Bagi para penggemar pengajian tersebut, kesempatan berada di barisan depan menjadi pengalaman yang dinantikan, terutama bagi mereka yang selama ini hanya mengikuti ceramah melalui layar ponsel.
Salah satunya Sariyanti, jamaah asal Dusun Jaten, Desa Jatipelem, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Ia mengaku telah memasang penanda tempat duduk sejak Senin sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat tiba di lokasi, ia mengaku belum melihat jamaah lain memasang penanda di titik yang diincarnya. Kesempatan itu pun membuatnya berhasil mendapatkan posisi di bagian depan panggung.
“Dari kemarin siang, jam dua-an,” ujarnya saat ditanya sejak kapan mengamankan tempat.
Sariyanti mengaku sengaja datang lebih awal karena ingin mengikuti pengajian Gus Iqdam. Sebelumnya, ia pernah menghadiri pengajian serupa di Desa Tinggar, Kecamatan Perak. Namun, saat itu ia hanya mendapatkan tempat di bagian belakang sehingga lebih banyak menyaksikan ceramah melalui layar.
“Mau ke Blitar belum sempat. Baru hari ini nanti,” katanya.
Menurut Sariyanti, ada hal yang membuatnya tertarik mengikuti pengajian Gus Iqdam, yakni cara penyampaian ceramah yang mudah dipahami dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Ngendikane niku sae, terus apa adanya. Enak dimengerti,” tuturnya.
Meski telah mendapatkan tempat di barisan depan, Sariyanti tetap harus membagi waktu dengan aktivitas keluarga. Ia berencana pulang terlebih dahulu untuk menjemput anaknya yang masih sekolah, kemudian kembali ke Alun-alun Jombang sekitar pukul 14.00 WIB.
Cerita berbeda datang dari Mustaah, jamaah yang berasal dari Tarakan, Kalimantan Utara. Perempuan yang mengaku asli Kecamatan Peterongan, Jombang, itu telah merantau ke Tarakan selama sekitar 25 tahun.
Selama di perantauan, ia mengikuti pengajian Gus Iqdam melalui YouTube. Keinginan untuk menyaksikan ceramah sang dai secara langsung telah lama dipendamnya hingga akhirnya kesempatan itu datang melalui acara Jombang Bersholawat.
“Selalu ikuti YouTube-nya Gus Iqdam, melihat itu. Jadi aku dalam waktu sudah bertahun-tahun pengin sekali ke sini,” ungkapnya.
Bagi Mustaah, menghadiri pengajian kali ini bukan sekadar mengisi waktu selama berada di kampung halaman. Ia secara khusus ingin melihat langsung sosok yang selama ini hanya dikenalnya melalui tayangan video.
Ia mengaku tidak keberatan harus menunggu di tengah cuaca panas demi mempertahankan tempat yang telah diamankan. Bahkan, ia berencana tetap berada di sekitar lokasi dan hanya meninggalkan area untuk menunaikan salat.
“Nanti enggak pulang saya. Nanti makan beli aja di sini,” ujarnya.
Mustaah juga mengaku menyukai gaya ceramah Gus Iqdam yang terasa menghibur dan mudah dinikmati. Baginya, bahasa yang digunakan dalam pengajian menjadi daya tarik tersendiri, terlebih saat ia tinggal di lingkungan perantauan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang suku.
Pengalaman Mustaah dan Sariyanti menunjukkan besarnya antusiasme sebagian jamaah dalam menyambut pengajian tersebut. Ada yang rela datang dari luar daerah, ada pula yang mengatur waktu bersama keluarga demi mendapatkan posisi terbaik di depan panggung.
Jombang Bersholawat bersama Gus Iqdam dijadwalkan berlangsung pada Selasa (13/10/2026) pukul 18.30 WIB di Alun-alun Kabupaten Jombang.
Fenomena kapling tempat duduk menjadi salah satu gambaran bagaimana jamaah mempersiapkan diri untuk menghadiri acara keagamaan yang dinantikan. Di balik alas duduk dan tali rafia yang terpasang sejak sehari sebelumnya, tersimpan harapan sederhana: bisa menyaksikan langsung ceramah Gus Iqdam dari dekat, setelah sekian lama mengikuti pengajiannya melalui layar ponsel.
Leave a Comment