RALB KPRI Sejahtera Jombang di Gedung Komposting TPA Banjardowo, Jombang. (Slamet Wiyoto)
JOMBANG, KabarJombang.com – Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) KPRI Sejaahtera Jombang berlangsung memanas. Sejumlah anggota mendesak pengurus lama memberikan penjelasan secara terbuka terkait kondisi keuangan koperasi sekaligus meminta dana anggota dikembalikan sepenuhnya.
Desakan tersebut salah satunya disuarakan Purwanto, Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang yang juga tercatat sebagai anggota KPRI Sejahtera.
Dalam forum yang berlangsung di Gedung Komposting TPA Banjardowo itu, Purwanto meminta pengurus lama tidak menghindar dari pertanyaan anggota dan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi koperasi, termasuk pengelolaan dana serta aset yang dimiliki.
Menurutnya, anggota berhak mengetahui secara jelas bagaimana kondisi keuangan koperasi, termasuk dana yang telah disalurkan dalam bentuk kredit.
Ia juga meminta adanya keterbukaan mengenai kredit anggota maupun pihak lain yang saat ini masih berjalan maupun yang mengalami kemacetan.
“Harus jelas mana yang kreditnya macet dan mana yang tidak macet. Anggota harus mengetahui datanya,” tegasnya dalam forum RALB.
Selain persoalan kredit, Purwanto juga meminta pengurus lama membuka secara transparan keberadaan seluruh aset KPRI Sejahtera. Mulai dari jenis aset, lokasi, status kepemilikan hingga nilai aset yang dimiliki koperasi.
Menurutnya, keterbukaan tersebut penting agar anggota dapat mengetahui secara pasti kondisi koperasi dan memastikan keberadaan aset yang selama ini menjadi bagian dari kekayaan koperasi.
“Di mana saja aset koperasi, harus dibuka. Jangan sampai anggota tidak mengetahui asetnya berada di mana,” ujarnya.
Purwanto juga menyampaikan tuntutan agar hak anggota berupa dana simpanan dapat dikembalikan 100 persen.
Desakan tersebut muncul di tengah keresahan anggota terkait sulitnya pencairan dana yang mereka simpan di KPRI Sejahtera.
Rapat yang semestinya menjadi forum untuk mencari jalan keluar justru berlangsung alot. Sejumlah anggota mempertanyakan pertanggungjawaban pengurus lama serta meminta persoalan keuangan koperasi dibuka secara terang di hadapan anggota.
Para anggota juga menuntut agar persoalan tersebut tidak berhenti pada penjelasan normatif, melainkan disertai data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini ditulis, dinamika RALB KPRI Sejahtera masih berlangsung. Anggota berharap forum tersebut menghasilkan keputusan yang memberikan kepastian terhadap nasib dana mereka serta kejelasan mengenai kondisi aset dan piutang koperasi. (Slamet Wiyoto)
Leave a Comment