Foto : Bangunan tugu senilai Rp 1 Miliar dan pendopo di Desa Gondangmanis, Bandarkedungmulyo, Jombang. (Istimewa)
BANDARKEDUNGMULYO, KabarJombang.com – Angin puting beliung disertai hujan deras yang melanda Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Kamis (11/12/2025) sore, menyebabkan sejumlah bangunan rusak parah.
Dua di antaranya adalah bangunan pendopo, beberapa rumah serta sebuah tugu senilai Rp1 miliar lebih yang baru raumpung dikerjakan sebulan lalu di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Gondanglegi, Desa Gondangmanis. Sebuah pendopo desa roboh setelah dihantam angin puting beliung. Material bangunan tampak berserakan dan menyisakan puing-puing.
Kepala Desa Gondangmanis, Lukman Hakim, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, bangunan pendopo roboh dan sekarang kondisinya hancur. Diduga penyebabnya angin puting beliung,” ujarnya.
Selain pendopo, puting beliung juga menyebabkan 3 rumah warga rusak ringan dan beberapa pohon tumbang.
“Iya selain pendopo 3 rumah warga juga mengalami kerusakan, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tambah Lukman.
Pihak desa telah mulai melakukan pembersihan material bangunan dan inventarisasi kerusakan. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp100 juta.
Tak jauh dari lokasi pendopo, Tugu Jombang yang berdiri di pinggir jalan raya Bandarkedungmulyo juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius pada bagian atasnya. Hiasan besi ulir di puncak tugu terlepas dan ambruk ke bawah.
Solikan, warga setempat, mengatakan jika angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan menjadi penyebab kerusakan.
“Rusaknya kena angin. Anginnya kencang sekali,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi bangunan di sekitar tugu justru terlihat stabil. “Menara masjid saja tidak apa-apa. Padahal tugu ini baru selesai dibangun sekitar sebulan,” ujarnya heran.
Hal senada disampaikan Supri (44), warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Sekitar jam empat sore. Hujan deras, anginnya ribut. Tiba-tiba jatuh seperti suara pohon roboh, brok gitu,” ungkapnya pada Kamis (11/12/2025).
Beruntung, saat kejadian kawasan tersebut sedang sepi sehingga tidak menimbulkan korban.
Tugu tersebut diketahui merupakan proyek APBD Jombang Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp1.033.538.875, dikerjakan oleh CV Ardi Konstruksi asal Tulungagung.
Proyek ini sebelumnya telah mengalami keterlambatan penyelesaian. Dengan durasi kontrak 120 hari sejak 17 Juni, pengerjaan molor 13 hari hingga melampaui batas akhir pada 17 Oktober. Pihak kontraktor bahkan dikenai denda keterlambatan sekitar Rp 13 juta.
Leave a Comment