Momen pelatihan keamanan pangan bagi pelaku UMKM di Desa Tampingmojo, Tembelang, Jombang. (Istimewa)
TEMBELANG, KabarJombang.com – Sebanyak 50 pelaku UMKM di Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, mendapat pembekalan mengenai keamanan pangan melalui pelatihan yang digelar di Balai Desa Tampingmojo, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pendampingan Ekonomi Umat yang dilaksanakan Kementerian Agama Kabupaten Jombang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Pelatihan tersebut membahas aspek keamanan, kualitas, dan kehalalan produk yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan usaha makanan maupun produk pangan.
Kepala KUA Kecamatan Tembelang, Maulana Sudjatmiko, mengatakan pemberian bantuan modal perlu disertai pendampingan agar penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Bantuan modal adalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut berkembang menjadi usaha yang produktif, mampu bertahan, dan secara bertahap menjadikan penerima manfaat semakin mandiri,” ujar Maulana, Kamis (8/10/2026).
Ia menambahkan, keamanan pangan dan kehalalan produk perlu menjadi perhatian pelaku UMKM. Produk yang aman, berkualitas, dan halal dinilai dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
KUA Kecamatan Tembelang menyatakan kesiapan Penyuluh Agama Islam untuk mendampingi pelaku UMKM dalam pengurusan sertifikasi halal. Pendampingan tersebut mencakup pemberian informasi, penjelasan mengenai persyaratan, hingga proses pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, 50 pelaku UMKM tersebut telah menerima bantuan penambahan modal usaha dari BAZNAS. Bantuan itu kemudian dilanjutkan dengan pendampingan dan penguatan kapasitas agar penerima manfaat memperoleh pengetahuan serta keterampilan dalam mengelola usaha.
Sementara itu, unsur Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Jombang menegaskan bahwa program Pendampingan Ekonomi Umat tidak berhenti pada penyaluran bantuan modal.
“Melalui kolaborasi Kemenag, BAZNAS, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, program Pendampingan Ekonomi Umat diharapkan mampu membangun ekosistem pemberdayaan yang mendorong penerima manfaat naik kelas. Dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha yang mandiri,” terangnya.
Ia menyebut pelatihan tersebut menjadi salah satu tahapan dalam pendampingan para penerima manfaat. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai keamanan dan kemantapan pangan, pelaku UMKM juga diarahkan memperhatikan kualitas, keamanan, dan kehalalan produk.
Rangkaian pendampingan tersebut meliputi bantuan modal, pendampingan, penguatan kapasitas, hingga dukungan dalam proses sertifikasi halal.
“Inilah ikhtiar bersama untuk menjadikan zakat tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menguatkan kemandirian ekonomi umat,” pungkasnya.
Leave a Comment