Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang. (Kevin Nizar)
JOMBANG, KabarJombang.com – Gedung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, telah rampung dan kini sudah digunakan.
Namun, di balik selesainya pekerjaan fisik proyek bernilai sekitar Rp200 miliar tersebut, sejumlah vendor dan subkontraktor disebut masih menunggu penyelesaian pembayaran.
Informasi yang dihimpun dari internal proyek menyebut, beberapa pihak yang terlibat dalam pekerjaan, diantaranya vendor beton, baja, dan hydrant, masih memiliki persoalan terkait pembayaran.
Nilai tagihan yang disebut belum terselesaikan bervariasi. Salah satu sumber menyebut terdapat tagihan yang nilainya mencapai lebih dari Rp300 juta.
“Beberapa vendor dan subkontraktor belum dibayar lunas. Mereka sudah mempertanyakan pembayaran. Informasinya masih menunggu proses pencairan dari pusat,” kata sumber tersebut, Kamis (10/9/2026).
Kontraktor Sebut Masih Ada Finalisasi Perhitungan
Site Manager PT Waskita Karya–Cipta Adhi Guna KSO, Dwi Setiawan, memberikan klarifikasi terkait informasi tersebut.
Dwi membantah jika persoalan tersebut disebut sebagai kondisi vendor yang tidak dibayar. Menurutnya, masih terdapat proses finalisasi perhitungan karena adanya perbedaan penghitungan pekerjaan dan volume.
“Kita sedang proses finalisasi hitungan. Sekarang masih proses penghitungan barang. Jadi bukan vendor tidak dibayar, tetapi masih ada selisih hitungan,” kata Dwi.
Menurutnya, pihak kontraktor meminta bukti dan dasar perhitungan dari pihak yang mengajukan tagihan. Pembayaran, kata dia, belum dapat dilakukan apabila perhitungan antara kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan.
Dwi juga menyebut persoalan yang masih menjadi kendala berkaitan dengan pihak bernama Muji. Menurutnya, Muji berstatus mandor dan hubungan pekerjaan tersebut bukan secara langsung dengan pihak kontraktor.
“Vendor dan subkon kita sudah clear semua, tidak ada masalah. Yang masih ada kendala ya Pak Muji itu,” ujarnya. (Slamet Wiyoto)
Leave a Comment