GUDO, KabarJombang.com – Proyek pembangunan jalan lingkungan (hotmix) di Desa Mejoyolosari, Kecamatan Gudo, Jombang, yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun Anggaran 2025, diduga menyalahi ketentuan. Proyek senilai Rp 200 juta tersebut semestinya dilaksanakan di Dusun Siwalan, namun pelaksanaannya justru dialihkan ke Dusun Cangkringan di desa yang sama.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengalihan lokasi proyek ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya, proyek BKK seharusnya dijalankan sesuai dengan rencana awal yang telah ditetapkan dalam proposal dan penganggaran resmi.
Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Desa Mejoyolosari memperoleh BKK tahun anggaran 2025 untuk peningkatan jalan hotmix berdasarkan Keputusan Bupati Jombang Nomor: 100.3.2.2/106/415.10.1.3/2025 tertanggal 5 Maret 2025. Dalam keputusan tersebut, lokasi proyek tercantum berada di Dusun Siwalan dengan nilai Rp 200.000.000.
“Namun kenyataannya, pekerjaan justru dilakukan di Dusun Cangkringan. Hal ini bertentangan dengan keputusan Bupati dan bisa menimbulkan dugaan proyek fiktif,” ujarnya kepada KabarJombang.com, Kamis (24/7/2025).
Setelah menerima laporan tersebut, wartawan KabarJombang.com meninjau lokasi proyek. Di lapangan terlihat papan nama proyek dan prasasti yang mencantumkan keterangan: pembangunan jalan lingkungan (hotmix) yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp 200.000.000, lokasi: Dusun Siwalan, Pelaksana: TPK Desa Mejoyolosari”.
Namun, kenyataannya, proyek tersebut sebenarnya berada di Dusun Cangkring. “Kalau proyek hotmix ini berada di Dusun Cangkring. Proyek ini sudah dikerjakan sekitar empat bulan lalu,” jelas Kasman, warga Dusun Cangkringan.
Proyek Juga Dikerjakan Pihak Ketiga
Kasman, menambahkan bahwa proyek ini dikerjakan oleh kontraktor dari luar desa. “Pekerjanya juga bukan warga sekitar, semuanya dibawa oleh pemborong dari daerah Ngoro. Katanya proyek ini berasal dari partai Demokrat. Dulu jalan ini memang sudah diaspal, tapi mulai berlubang, lalu di hotmix ini, saat waktu pengerjaan proyek tersebut warga sekitar tidak dilibatkan, ” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun (Kasun) Cangkringan, Kholik, saat di tanya terkait proyek tersebut, membenarkan bahwa proyek tersebut awalnya memang dialokasikan untuk Dusun Siwalan. Namun karena dusun tersebut sudah mendapat proyek lain, maka proyek hotmix dipindahkan ke Dusun Cangkringan.
“Awalnya untuk Siwalan, tapi karena sudah dapat proyek lain, akhirnya dipindah ke sini. Lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Pak Sekdes Hanif,” ucapnya.
Wartawan KabarJombang.com juga mencoba melakukan konfirmasi ke pihak Pemerintah Desa Mejoyolosari. Namun, menurut salah satu staf desa, Sekretaris Desa (Carik) sedang tidak berada di tempat, dan Kepala Desa sedang keluar membeli cat.
Leave a Comment