Kondisi menu MBG pada Kamis (18/6/2026) terlihat hanya satu lauk berupa ikan dori di dalam food tray tersebut. (Istimewa).
PETERONGAN, KabarJombang.com– Orang tua balita penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mengeluhkan porsi menu yang diterima anak mereka.
Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan porsi lauk yang dinilai tidak sesuai dengan harapan penerima manfaat.
Salah satu orang tua penerima manfaat berinisial S menyebutkan porsi menu MBG yang diterima anaknya pada Kamis (18/6/2026) terdiri dari bubur, kurma isi dua, sayur labu dan jagung, susu, serta ikan dori satu potong kecil, dirasanya tidak sesuai terutama pada labu yang hanya satu potong kecil.
“Iya kalau untuk menu balita semuanya porsinya sama semua, kalau untuk porsi ikan lauknya itu semuanya sama cuma diisi satu biji,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).
S menilai porsi tersebut tidak sesuai, terutama pada bagian lauk yang menurutnya terlalu sedikit untuk kebutuhan balita. Ia juga menyebutkan keluhan serupa sudah terjadi sejak lama.
“Sejak awal sebenarnya porsi tidak sesuai sudah dari lama, sebelum adanya kiriman di posyandu B3. Dulu pernah kejadian ayam bau dan mie level basi, itu juga pernah dikomplain di beberapa sekolah di Peterongan,” ucapnya.
Ia menambahkan, pada salah satu kejadian, menu mie level yang diduga basi pernah dibagikan di Masjid Mancar Barat dan sempat dicek beberapa warga dan dinyatakan tidak layak konsumsi.
“Warga sekitar juga sempat cross check dan ternyata benar basi, sampai relawan disuruh segera mengambil makanan tersebut,” katanya.
S juga menjelaskan pada awal pelaksanaan program, porsi menu balita masih dinilai sesuai, namun kemudian terjadi perubahan setelah adanya komplain dari ibu hamil dan ibu menyusui.
Menurutnya, sejak awal dapat posyandu balita porsi dan menunya bagus. Ketika beberapa waktu itu para bumil/busui komplain ke yang punya dapur. Dikatakan relawan, porsi bumil/busui sama porsi balita itu sama, baik nasi dan lauknya tidak jauh beda jadi sama persis.
“Namun dari pihak dapur mengungkapkan kalau kurang nasi minta ke dapur dengan nada yang kurang enak seperti tidak menerima masukan. Terus besoknya porsi bumil/busui mulai diperbaiki tapi untuk balita seperti itu porsi dan menunya lebih sedikit,” ungkapnya
Menurut S, keluhan terkait porsi sudah pernah disampaikan kepada pihak pengelola dapur, namun belum mendapat tindak lanjut yang dirasakan maksimal.
“Sudah sebelumnya tapi tidak ada respons, bukannya diperbaiki malah tetap berlanjut,” ujarnya.
Meski demikian, S menilai makanan yang diterima sejauh ini masih dalam kondisi layak konsumsi, terlepas dari kadar porsi yang dipermasalahkan. Ia berharap pihak terkait dapat mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar sesuai dengan standar yang berlaku.
“Harapan saya semoga semua SPPG khususnya SPPG Mancar 1 untuk menu sesuai standar SOP BGN, tidak asal-asalan bikin menu karena ini program pemerintah,” pungkasnya.
Leave a Comment