Peristiwa

Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Empat Truk di Rejoagung Jombang, Arus Lalu Lintas Sempat Dialihkan

NGORO, KabarJombang.com – Satuan Lalu Lintas Polres Jombang masih melakukan penyelidikan intensif terkait kecelakaan beruntun yang melibatkan empat truk di Jalan Raya Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Selasa (9/12/2025). Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua pengemudi asal Kabupaten Kediri mengalami luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti kendaraan, serta memeriksa sejumlah saksi mata untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Petugas sudah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Untuk penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Ipda Siswanto, Rabu (10/12/2025).

Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di jalur utama Kandangan–Ngoro sempat mengalami kepadatan cukup panjang. Petugas kepolisian memberlakukan sistem buka-tutup jalan selama proses evakuasi kendaraan yang memakan waktu hampir dua jam.

Empat kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan. Dua dump truck bermuatan batu tampak ringsek akibat benturan keras, sementara truk bermuatan katul juga mengalami kerusakan serius. Satu truk lainnya yang tidak bermuatan turut terdampak dalam tabrakan beruntun tersebut.

Sementara itu, kondisi dua korban luka, yakni Revan (18) dan Wahyu Nugroho (32), dilaporkan mulai membaik setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Madinah Kasembon dan RSK Mojowarno. Keduanya mengalami luka pada bagian kepala dan kaki akibat benturan.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan besar, untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur tersebut. Kondisi jalan yang padat aktivitas industri serta tingginya mobilitas kendaraan berat dinilai meningkatkan potensi kecelakaan.

“Kami imbau pengemudi mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan kecepatan, terutama di jam-jam padat,” tegas Ipda Siswanto.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan apakah kecelakaan tersebut murni akibat kelalaian pengemudi atau dipicu faktor teknis kendaraan.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman