Peristiwa

Polisi Jombang Bongkar Makam Puji di Peterongan, Temukan Dugaan Kuat Penganiayaan

PETERONGAN, KabarJombang.com – Setelah melakukan olah TKP dan penyelidikan aparat kepolisian memastikan adanya dugaan tindak pidana kekerasan di balik kematian tragis Khoiriah alias Puji, wanita (sebelumnya disebut gadis 20 tahunan oleh saksi di TKP, red) yang ditemukan tewas di dalam kamar mandi kos di Desa/Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.

Untuk mengungkap kebenaran hukum, polisi mengambil langkah tegas dengan membongkar makam (ekshumasi) korban demi kepentingan otopsi.

​Kapolsek Peterongan, AKP Solihin Budi Santosa, menegaskan bahwa tindakan medis forensik ini wajib dilakukan setelah pihak kepolisian menemukan adanya indikasi kuat bahwa korban meninggal dunia akibat dianiaya, bukan sekadar kecelakaan biasa.

​”Betul, jadi kita adakan pembongkaran makam atas nama Khoiriah yang mana diduga terjadi penganiayaan dengan TKP di Desa/Kecamatan Jogoroto, dan untuk TKP pemakamannya di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan. Jadi kita untuk melengkapi (bukti) terjadinya tindak pidana penganiayaan,” ujar AKP Solihin saat wawancarai di lokasi pemakaman, Minggu (14/6/2026) siang.

​Proses otopsi ini digelindingkan dengan melibatkan tim ahli forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Langkah hukum ini tetap ditempuh oleh kepolisian meskipun di awal kejadian sempat adanya penolakan dari pihak keluarga korban.

​”Dengan adanya tindak pidana penganiayaan itu dan sudah dengan kematian, jadi kita wajib untuk menelusuri kebenarannya. Sekarang kita amankan untuk otopsi yang di Peterongan ini. Rencananya, otopsi akan dilakukan di tempat pemakaman,” kata AKP Solihin.

​Sebelumnya, jasad wanita malang tersebut dievakuasi dari dalam kamar mandi kosnya di Dusun/Desa/Kecamatan Jogoroto pada Jumat (12/6/2026) siang. Saat ditemukan terbujur kaku, kakak kandung korban berinisial St berdalih kepada para tetangga bahwa adiknya tidak sadarkan diri akibat terpeleset saat mandi.

​Merasa informasi dari keluarga murni karena kecelakaan, jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Pajaran, Desa/Kecamatan Peterongan untuk dimakamkan tanpa ada laporan resmi ke polsek setempat.

​Namun, alibi tersebut perlahan runtuh setelah warga yang ikut membantu menggotong jenazah menemukan sejumlah kejanggalan kasat mata pada fisik korban.

​”Kakaknya bilang kalau adiknya habis terpeleset di kamar mandi dan tidak sadarkan diri. Tapi saya melihat adanya sejumlah tanda tak wajar pada tubuh korban. Terdapat luka lebam berwarna biru di bagian sekitar mata serta pergelangan tangan,” ungkap saksi N, salah seorang tetangga kos korban.

​Kecurigaan warga sekitar kos semakin menguat lantaran beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas tepatnya sekitar pukul 10.00 WIB saksi N menyaksikan langsung adanya aksi kekerasan fisik di dalam kamar kos tersebut.

​Hanya dipicu masalah sepele akibat menghabiskan bumbu pecel di dapur, St tega menghujani adik kandungnya sendiri dengan pukulan. Meski sempat ditegur keras sebanyak dua kali oleh saksi N agar menyudahi aksi kasarnya, peringatan tersebut sama sekali tidak dihiraukan oleh St.

​Dari balik dinding kamar kos, tetangga bahkan jelas mendengar suara korban yang terus berteriak-teriak histeris meminta ampun kepada kakaknya sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa menjelang waktu salat Jumat.

​Hingga berita ini ditulis, area TPU tempat korban dimakamkan telah dipasangi garis polisi dan dijaga ketat oleh petugas dari Polres Jombang. Polisi juga masih terus mendalami keterangan para saksi untuk merampungkan berkas penyelidikan kasus penganiayaan maut ini.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar