Petugas saat evakuasi jenazah pria penjual bubur yang ditemukan meninggal di dalam rumah Dukuhdimoro, Mojoagung, Jombang. (Istimewa)
MOJOAGUNG, KabarJombang.com — Warga Dusun Dukuhdimoro, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (18/5/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Anuwar (58), warga Dusun Dukuhdimoro, Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang hendak mengantarkan nasi untuk sarapan sekitar pukul 07.30 WIB.
“Pada saat saksi datang ke rumah korban untuk mengirim nasi sarapan, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tubuh miring ke kiri menghadap tembok dan tanpa mengenakan baju,” ujar Kompol Yogas.
Mengetahui kejadian tersebut dari adanya laporan warga, petugas piket SPKT dan Unit Reskrim Polsek Mojoagung bersama Tim Inafis Polres Jombang serta personel BPBD Jombang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap korban.
Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim kesehatan Puskesmas Mojoagung dan Tim Inafis Polres Jombang, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan,” kata Kompol Yogas.
Menurut keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit kolesterol dan asam urat tinggi yang menyebabkan korban kesulitan beraktivitas. Sebelum meninggal, korban juga sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di wilayah Bejijong, Trowulan.
Korban terakhir kali terlihat warga pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Dalam kesehariannya, korban diketahui hidup seorang diri dan bekerja sebagai penjual bubur.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban agar segera dimakamkan.
Leave a Comment