KESAMBEN, KabarJombang.com – Puluhan rumah di Dusun Sambigelar, Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, terendam air selama lima hari terakhir. Genangan air ini disebabkan meluapnya sungai di dekat permukiman akibat pendangkalan yang tak kunjung ditangani.
Hingga Kamis (13/11/2025) siang, genangan air masih terlihat di sejumlah titik kampung tersebut. Ketinggian air bervariasi, bahkan di beberapa lokasi mencapai setengah meter.
“Sudah hari kelima ini sebenarnya genangannya. Sempat surut di hari ketiga, tapi dua hari belakangan naik lagi ketinggiannya, dan sampai sekarang masih terus naik,” ujar M Ali AF (31), Kepala Dusun Sambigelar.
Ali menuturkan, sedikitnya lebih dari 20 rumah warga terendam. Area yang paling parah berada di sisi utara jalan, terutama di bagian belakang perkampungan.
“Yang paling parah yang di utara jalan, banyak rumah yang airnya sudah masuk ke dalam,” tambahnya.
Ia menjelaskan, saluran air di kampungnya sudah penuh dan tidak mampu mengalir dengan baik sejak lima hari lalu. Kondisi itu diperparah dengan pendangkalan aliran sungai yang berada di utara desa.
“Penyebabnya dari afvour di utara desa, kondisinya dangkal, jadi air tidak bisa mengalir dan akhirnya tumpah ke kampung,” katanya.
Akibat pendangkalan tersebut, genangan bahkan sering muncul meski wilayah setempat tidak sedang diguyur hujan.
“Tidak hujan saja, kalau bagian atas hujan dan air masuk ke afvour itu, sini pasti tergenang. Sudah beberapa kali kami laporkan dan minta dikeruk, tapi belum ada tindakan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rudi, salah satu warga setempat. Ia mengatakan, banjir seperti ini sudah menjadi langganan setiap musim hujan.
“Ini sudah gerimis lagi, airnya naik terus. Sejak 2019 sudah sering begini. Tiap musim hujan pasti banjir, bahkan musim kemarin hampir sepanjang waktu tergenang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya penyebab genangan tersebut karena curah hujan tinggi.
“Iya benar, ada luapan akibat curah hujan tinggi,” singkatnya ketika dikonfirmasi, Kamis (13/11/12).
Stevy Maria, Supervisor Pusdalops BPBD Jombang turut membenarkan adanya genangan tersebut.
“Memang ada dua titik yang tergenang, di Klitih Plandaan dan Sambigelar, Pojokkulon. Untuk Klitih sudah surut, tapi di Sambigelar masih bertahan sampai siang tadi,” terangnya.
Ia menambahkan, tim BPBD telah melakukan asesmen ke lokasi untuk meninjau kondisi terkini.
“Menurut keterangan warga, genangan ini sudah beberapa hari berlangsung. Kami masih mengidentifikasi penyebab pastinya agar bisa segera dicarikan solusi,” pungkasnya.
Leave a Comment