Foto: KH Fahmi Amrullah Hadziq, Ketua PCNU Jombang (Istimewa/KabarJombang).
JOMBANG, KabarJombang.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq atau yang akrab disapa Gus Fahmi menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih simbol-simbol yang ditampilkan dalam perayaan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul maraknya pengibaran bendera bergambar karakter One Piece, tokoh fiksi dari anime asal Jepang, di sejumlah lokasi sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.
Gus Fahmi menegaskan, semangat kemerdekaan semestinya diisi dengan upaya memperkuat identitas kebangsaan serta penghormatan terhadap jasa para pahlawan. Ia menyayangkan apabila momentum tersebut justru terdistorsi oleh tren simbolik yang tidak memiliki keterkaitan historis dengan perjuangan bangsa.
“Bendera Merah Putih adalah simbol resmi negara. Sedangkan bendera NU merupakan panji perjuangan para ulama. Itu yang seharusnya kita junjung tinggi,” ujarnya.
Sebagai cucu dari Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Gus Fahmi menekankan bahwa warga NU memiliki tanggung jawab moral dan historis dalam menjaga semangat nasionalisme.
Ia menilai, tren pengibaran bendera fiksi yang tidak memiliki nilai historis, terutama dalam konteks peringatan kemerdekaan, berpotensi mengaburkan makna perjuangan itu sendiri.
“Jangan sampai kita melupakan sejarah hanya karena mengikuti budaya populer. Kita adalah bangsa besar yang memiliki simbol dan identitas sendiri yang lahir dari perjuangan panjang dan penuh pengorbanan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gus Fahmi menjelaskan bahwa eksistensi bendera NU bukan sekadar simbol organisasi keagamaan, melainkan representasi nyata peran aktif para ulama dalam proses merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“NU tidak berada di luar sejarah republik ini. Dari Resolusi Jihad hingga keterlibatan langsung dalam perjuangan melawan penjajah, semuanya merupakan bukti nyata bahwa panji NU adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa,” imbuhnya.
Dalam konteks menghadapi derasnya arus budaya global, terutama di era digital saat ini, Gus Fahmi mengajak seluruh warga NU agar lebih bijaksana dalam mengekspresikan semangat nasionalisme, terutama melalui simbol-simbol yang digunakan dalam perayaan hari besar nasional.
“Jika ingin mengekspresikan semangat kemerdekaan, lakukanlah dengan simbol-simbol yang benar dan tepat. Jangan sampai tokoh fiksi justru menggeser keberadaan bendera Merah Putih dan bendera NU. Kibarkan Merah Putih dengan penuh penghormatan, dan dampingilah dengan panji NU sebagai bentuk cinta kepada ulama dan perjuangan mereka,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh warga NU, baik di Jombang maupun di berbagai daerah lainnya, dapat menjadi teladan dalam meningkatkan rasa nasionalismenya.
“Saya berharap agar warga NU terus menjadi suri tauladan dalam semangat berkebangsaan yang berakar kuat pada nilai-nilai sejarah, tradisi, dan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” tuturnya.
Leave a Comment