Foto : Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan,KH Miftah Faqih. (Istimewa)
JOMBANG, KabarJombang.com – Isu yang berkembang seputar pelaksanaan Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Jombang kembali mencuat, menyusul adanya laporan dari sejumlah peserta yang ditujukan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka meminta agar Dewan Tahkim PBNU turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan dalam proses kaderisasi.
Namun, hingga kini PBNU belum memberikan respons resmi atas laporan tersebut. Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Dr. KH. Miftah Faqih, memilih untuk menahan diri memberikan komentar lebih jauh.
“Saya belum bisa menanggapi, karena belum ada penugasan dari PBNU secara formal,” kata Kiai Miftah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Rabu (23/7/2025) malam.
Kiai Miftah sendiri merupakan salah satu tokoh PBNU yang hadir langsung dalam kegiatan PMKNU di Jombang, dan sempat menyatakan bahwa beberapa peserta dinyatakan ‘lulus bersyarat’. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui apakah dirinya akan dilibatkan kembali dalam proses penanganan masalah ini.
“Sampai saat ini saya belum tahu arahnya ke mana,” tambahnya singkat.
Diketahui, surat yang dikirim oleh lima peserta PMKNU tersebut menyoroti adanya dugaan pelanggaran mekanisme kaderisasi oleh sejumlah oknum. Mereka meminta agar lembaga tertinggi di tubuh PBNU, yaitu Dewan Tahkim, dilibatkan dalam penyelesaian persoalan tersebut.
Pihak PBNU sendiri belum merilis pernyataan resmi terkait langkah-langkah yang akan diambil. Sejumlah pihak internal menyebut, masalah ini masih dalam proses kajian sebelum diputuskan penanganannya secara struktural.
Leave a Comment