Peristiwa

Sekdes Pagerwojo Jombang, Ngaku Jadi Driver Kiai Peserta Muktamar NU ke-35 di Tambakberas

BELUM PENUHI PANGGILAN CAMAT PERAK

PERAK, KabarJombang.com-Berita beredarnya video dugaan pungli yang dilakukan Sekretaris Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, masih saja menjadi atensi pejabat berwenang.

Setelah sebelumnya, Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, Sudiro Setiono, melakukan koordinasi dengan Camat.

Camat Perak, Supriyono saat dikonfirmasi KabarJombang.com, mengatakan sudah menguhubungi Sekdes pagerwojo Sho. Namun Sho belum bisa memenuhi panggilan Camat Supriyono untuk klarifikasi  karena mengaku masih menjadi driver seorang kiai dalam Muktamar NU ke-81 di Tambakberas, Jombang.

Menurut Camat Supriyono, begitu ia dihubungi Kepala DPMD Kabupaten Jombang Sudiro Setiono terkait dugaan pungli, ia langsung menghubungi Sekdes Pagerwojo, Sho.

Namun, kata Supriyono, Sekdes Sho belum bisa menemuinya karena masih menjadi sopir seorang kiai peserta Muktamar NU di Tambakberas. Supriyono pun memaklumi dan mengaku tidak mau mengganggu Sho dalam keterlibatannya di Muktamar NU ke-81 di Tambakberas tersebut.

“Saya sudah menghubungi Pak Sekdes Pagerwojo, katanya masih jadi driver Pak Kiai di Muktamar NU. Karena muktamar gawe nasional saya tidak mau mengganggu Pak Sekdes, bahkan dia juga kirim foto saya saat manjadi driver kiai,”kata Camat Supriyono kepada KabarJombang.com melalui sambungan telephon WA Kamis (27/8/2026) pagi.

Sebagaimana diberitakan KabarJombang.com sebelumnya berjudul “Beredar Video Dugaan Pungli, Sekdes Pagerwojo Jombang Ancam Lapor Polisi” pada 20 Agustus 2026 lalu.

Dalam percakapan video berdurasi 48 detik tersebut menyebut Sekdes Sho diduga melakukan pungli sebesar Rp2.500.000 terhadap seseorang yang mengurus surat tanah waris.

Beberapa hari ini muncul informasi lagi kabar adanya seorang warga Pagerwojo, yang diduga juga menyerahkan uang ke Sekdes Pagerwojo, Sho sebesar Rp2.500.000 untuk pengurusan surat tanah waris.

Sebuah sumber KabarJombang.com di Desa Pagerwojo bahkan menyebut tidak menutup kemungkinan dugaan pungli yang dilakukan Sho melibatkan banyak korban.

“Dugaan saya tidak hanya dua orang saja yang diduga jadi korbannya Sho, tapi bisa jadi setiap orang yang mengurus surat tanah dipungli. Dan penyimpangan ini bisa jadi tidak dilakukan sekdes seorang diri,”kata sumber KabarJombang.com di Pagerwojo.

 

Leave a Comment
Share
Published by
Redaksi