Peristiwa

Ngaku Gabut, Pemuda Pengamen Nekat Bakar Lahan Bambu di Bareng Jombang

BARENG, Kabar Jombang.com– Tiga lahan bambu milik warga Dusun Serning, Desa Banjaragung, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, terbakar pada Sabtu (17/10/2026). Kebakaran yang menghanguskan area sekitar 800 meter persegi itu diduga sengaja dipicu seorang pemuda berinisial R (25), warga Dusun Kayen, Desa Mojotengah, Bareng, Jombang. Saat ditanya warga, R mengaku membakar lahan karena gabut atau iseng.

Kepala Dusun Serning, Artoni Nanang, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, R diketahui sehari-hari mengamen di wilayah setempat. Warga kemudian mengamankan R setelah mengetahui dugaan keterlibatannya dalam pembakaran lahan.

“Awalnya anak itu sedang ngamen. Memang setiap hari pekerjaannya mengamen. Terus tidak tahu kenapa tiba-tiba membakar-bakar di barongan itu. Setelah diketahui dan ditangkap warga, dia diinterogasi dan mengakui memang melakukan pembakaran. Ketika ditanya, alasannya karena gabut (iseng atau bosan),” ujar Toni saat diwawancarai, Senin (19/10/2026).

Menurut Toni, tiga lahan yang terbakar masing-masing milik warga bernama Gimun, Tumia, dan Suprayitno. Api pertama kali ditangani sekitar pukul 10.00 WIB dengan bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar). Namun, api kembali merembet pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB.

“Awalnya kebakaran sekitar 800 meter persegi. Ada lahan milik Pak Gimun, Bu Tumia, dan Pak Suprayitno. Jadi, ada tiga pemilik lahan. Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan ditangani dengan bantuan Damkar sampai sekitar pukul 11.30 WIB atau 12.00 WIB. Namun, sekitar pukul 21.00 WIB, api kembali merembet, kemungkinan karena sebelumnya belum sepenuhnya padam,” jelasnya.

Artoni menuturkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh menantu Gimun ketika api sudah membesar. Saksi tersebut mendengar suara seperti ranting terbakar sebelum melihat kobaran api di area lahan bambu. Ia kemudian menghubungi Damkar untuk meminta bantuan pemadaman.

“Waktu itu api sudah membesar. Ada suara kretek-kretek, kemudian dia lari ke belakang dan melihat kebakaran. Setelah itu langsung menelepon Damkar untuk meminta bantuan,” kata Toni.

Setelah pembakaran diketahui warga, R sempat menjadi sasaran amukan masyarakat. Toni mengatakan, dirinya kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Bareng hingga R diamankan polisi.

Toni juga menyebut, berdasarkan keterangan sejumlah warga Desa Banjaragung, R diduga beberapa kali membuat masalah di lingkungan setempat. Selain dugaan pembakaran lahan, ia disebut pernah diduga terlibat pencurian.

“Kalau anak ini, menurut pengakuan warga Banjaragung, sudah sering membuat ulah di sini. Selain membakar, dia juga disebut pernah mencuri,” pungkasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi terpisah Kapolsek Bareng Iptu I Kadek Yogi Wiranatha belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman