NGUSIKAN, KabarJombang.com — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 yang tengah berlangsung di Desa Kromong, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, tak hanya membawa pembangunan fisik, tapi juga menyentuh hati warga lewat pendekatan kemanusiaan dan kearifan lokal.
Salah satu momen berkesan adalah kunjungan anggota Satgas TMMD ke kediaman Mbah Sarjo, atau yang akrab disapa Mbah Jo Ngusikan. Sosok lansia berusia 91 tahun ini menjadi viral di berbagai media sosial karena kehidupan sederhana yang penuh nilai spiritual dan ilmu Kejawen yang dimilikinya.
Di tengah hutan Desa Kromong yang menjadi tempat tinggalnya selama puluhan tahun, rumah kayu sederhana milik Mbah Jo, yang ia sebut Tretek Bejat, menjadi saksi pertemuan antara TNI dan warga. Obrolan hangat penuh makna pun tercipta, membahas pentingnya gotong royong, kesederhanaan, serta keharmonisan antara manusia dan alam.
“TMMD iki ojo mung dianggep mbangun dalan lan insfratruktur. Iki kesempatan kanggo masyarakat supaya kompak, rukun, lan peduli karo lingkungan. Nek rakyat lan TNI iso nyawiji, opo wae biso kelakon.”
(“TMMD ini jangan hanya dianggap membangun jalan dan rumah. Ini kesempatan bagi masyarakat untuk kompak, rukun, dan peduli dengan lingkungan. Kalau rakyat dan TNI bisa bersatu, apapun bisa tercapai.”). Ujar Mbah Jo.
Pesan tersebut menggambarkan filosofi hidup Mbah Jo yang sederhana namun sarat makna. Baginya, keberadaan TMMD adalah momentum mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang selama ini menjadi kunci ketangguhan hidup di tengah kerasnya alam.
Dalam kegiatan TMMD yang dilaksanakan, Satgas TNI bersama warga telah berhasil membangun berbagai fasilitas vital seperti jalan paving yang menghubungkan Dusun Kromong dengan desa tetangga, sumur bor sebagai sumber air bersih, serta renovasi rumah-rumah yang sebelumnya tidak layak huni.
Tidak hanya menyelesaikan pekerjaan fisik, kehadiran Satgas juga membawa sentuhan moral dan budaya melalui interaksi dengan tokoh seperti Mbah Jo, yang dikenal luas karena kebijaksanaannya. Hal ini menegaskan bahwa pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya soal beton dan aspal, tetapi juga membangun jiwa dan semangat kebersamaan.
Kepala Desa Kromong, Siti Mariyah, menyatakan apresiasinya, “Kehadiran TMMD dan kunjungan ke Mbah Jo menguatkan nilai kebersamaan di desa kami. Mbah Jo adalah simbol ketangguhan dan kearifan lokal yang kami banggakan. Pesannya menjadi semangat baru bagi masyarakat,” pesan Kepala Desa.
Menurutnya, kisah hidup Mbah Jo yang bertahan puluhan tahun di tengah hutan, jauh dari hiruk-pikuk dunia modern, menjadi inspirasi bagi siapa saja yang berkunjung. Ia membuktikan bahwa kekayaan terbesar bukanlah materi, melainkan kebersamaan, ketenangan hati, dan rasa syukur.
“Dengan demikian, TMMD 125 di Desa Kromong bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan juga membangun jembatan batin antara TNI dan masyarakat demi desa yang lebih maju dan harmonis,” katanya.
Menyikapi pesan tersebut, Sertu Sutiyo, anggota Satgas TMMD dari Makoramil 0814/09/Kudu, menyatakan kunjungan ke Mbah Jo membuka pikirannya tentang arti sebenarnya dari kata membangun. “Bukan hanya pembangunan fisik yang kami lakukan, tetapi juga membangun kebersamaan dan semangat gotong royong di masyarakat,”terangnya.
Menurutnya, pesan Mbah Jo mengingatkannya bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari hasil jalan atau rumah yang selesai, tapi juga dari bagaimana masyarakat bisa bersatu dan saling peduli satu sama lain.
“Kami sangat terinspirasi dengan kesederhanaan dan kebijaksanaan Mbah Jo yang sudah hidup puluhan tahun di tengah alam, jauh dari keramaian, namun tetap memancarkan semangat hidup dan solidaritas,” tutupnya.









