Foto: Kondisi makanan MBG di sekolah Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Jombang. (Istimewa/KabarJombang).
PETERONGAN, KabarJombang.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kembali menjadi sorotan publik. Setelah kunjungan Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, Senin (24/11/2025), sejumlah wali murid mulai mengungkapkan keluhan terkait menu makanan yang dinilai tidak layak konsumsi serta tidak memenuhi standar gizi.
Salah satu wali murid, warga Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, mengaku resah atas kondisi makanan yang diberikan kepada para siswa selama sepekan terakhir. Ia menyebut terdapat temuan buah busuk hingga lauk yang belum matang.
“Dari seminggu ini menunya tidak sesuai standar gizi. Ada buah yang busuk seperti mangga dan salak, lalu tahu baksonya ada yang belum matang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (10/12/2025).
Ia menambahkan, para wali murid telah mencoba menyampaikan keluhan melalui akun resmi penyedia layanan MBG, yang diduga berasal dari SPPG Kebontemu, Peterongan, Jombang. Namun, ruang untuk memberikan masukan justru ditutup.
“Kami sudah mengadukan di akunnya
terkait menu yang tidak sesuai dengan standar gizi, tapi kolom komentarnya justru ditutup dan akunnya diprivat. Kami jadi tidak punya tempat untuk mengadu,” tambahnya.
Menurutnya, pihak sekolah sebenarnya sudah menegur pihak SPPG setelah sebelumnya ditemukan menu mi yang basi. Namun, perubahan tidak terjadi dan menu justru dinilai semakin tidak layak.
“Pihak sekolah sudah pernah mengingatkan ke pihak SPPG terkait pada minggu-minggu lalu. Katanya akan dievaluasi terkait menunya, tapi minggu ini malah makin tidak layak. Seharusnya, setelah ada teguran makanan harus matang, buah tidak boleh busuk, dan harus sesuai standar gizi,” keluhnya.
Ia merinci sejumlah sekolah yang ditemukan menerima menu tidak layak, salah satunya di Sekolah MI Masyhariyah terdapat buah busuk hingga makanan yang masih mentah di menu MBG.
“MI Masyhariyah: salak busuk, tahu bakso mentah. SDN Kebontemu: mangga busuk. dan PAUD Masyhariyah: tahu bakso mentah. Untungnya belum ada anak-anak yang sakit selepas mendapatkan makanan tidak layak tersebut,” ungkapnya.
Nahasnya, Ketiga sekolah tersebut berada di Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Jombang.
Ia berharap pemerintah Kabupaten Jombang agar memastikan standar gizi dan kelayakan makanan benar-benar diterapkan di setiap SPPG Kabupaten Jombang.
“Kami hanya ingin makanan yang layak, sesuai standar gizi, terlebih ini untuk anak-anak sekolah,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersangkutan, belum memberikan tanggapan maupun menjawab panggilan telepon dari jurnalis.
Sebelumnya, dalam kegiatan sosialisasi dan evaluasi program MBG di Ballroom Hotel Yusro, Kecamatan Peterongan, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menekankan pentingnya penguatan pengawasan.
Ia menegaskan program MBG yang digagas pemerintah diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga memberikan jaminan kelayakan pangan secara menyeluruh.
Leave a Comment