Diduga aksi bentrok warga dengan gerombolan pengendara di Desa Plumbon Gambang, Gudo, Jombang. (Istimewa)
GUDO, KabarJombang.com – Suasana Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, mendadak mencekam pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Kericuhan terjadi setelah rombongan yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat terlibat bentrokan dengan warga.
Massa bahkan disebut masuk hingga ke kawasan permukiman dan menyebabkan sejumlah kendaraan serta bagian rumah warga mengalami kerusakan. Dalam kejadian tersebut, dua warga dilaporkan mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Kepala Desa Plumbon Gambang, Nurwakit, mengatakan keributan terjadi ketika sejumlah warga baru saja pulang setelah menghadiri hiburan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Nurwakit, dirinya tidak mengetahui secara pasti bagaimana keributan tersebut bermula. Ia baru mengetahui situasi setelah mendengar suara gaduh dan keluar dari rumah.
“Saya tidak tahu persis awal kejadiannya karena saat itu saya berada di dalam rumah. Setelah terdengar keributan, saya keluar dan ternyata massa sudah masuk ke dalam kampung,” kata Nurwakit, Minggu (16/8/2026).
Ia menuturkan, rombongan yang melintas tersebut diduga merupakan kelompok perguruan silat yang sebelumnya mengikuti kegiatan di wilayah Jombang. Awalnya, katanya, jumlah rombongan yang terlihat tidak terlalu besar. Namun, seiring perjalanan, jumlah kendaraan disebut semakin bertambah.
Nurwakit memperkirakan rombongan tersebut terdiri dari ratusan sepeda motor. Selain itu, terdapat sekitar tiga kendaraan berjenis truk yang ikut dalam konvoi. “Kalau melihat rombongannya, memang terlihat seperti konvoi perguruan silat,” ujarnya.
Situasi kemudian berubah menjadi tegang setelah terdengar teriakan warga yang meminta pertolongan. Sejumlah warga yang keluar rumah mendapati kendaraan milik warga mengalami kerusakan.
Beberapa sepeda motor diduga menjadi sasaran lemparan batu paving. Keributan kemudian berkembang menjadi bentrokan antara warga dengan rombongan yang melintas tersebut. Nurwakit menyebut warga akhirnya berusaha melakukan perlawanan setelah massa diduga masuk ke lingkungan permukiman.
“Warga akhirnya keluar dan memberikan perlawanan semaksimal mungkin. Kondisinya sudah tidak terkendali karena massa sudah masuk kampung dan warga merasa diserang,” jelasnya.
Akibat kericuhan tersebut, sejumlah barang milik warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Sedikitnya dua sepeda motor mengalami kerusakan. Selain itu, kaca sebuah mobil sedan dan kaca rumah warga juga pecah.
Warga juga menemukan pecahan botol di sekitar lokasi. Benda tersebut diduga merupakan bekas wadah minuman keras. Selain itu, ditemukan batu dan benda yang diduga menyerupai kembang api atau petasan.
“Kerusakan yang cukup parah ada pada dua sepeda motor dan satu kaca mobil sedan,” ungkap Nurwakit.
Bentrokan tersebut tidak hanya menimbulkan kerusakan material. Dua warga Desa Plumbon Gambang juga dilaporkan mengalami luka.
Kedua warga tersebut adalah Didik Santoso dan Ulum.
Didik mengalami luka pada bagian tangan serta memar di kepala. Ia sempat mendapatkan penanganan di Sangkal Putung.
Sementara itu, Ulum harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Aura Syifa akibat luka yang dialaminya.
“Yang diketahui mengalami luka ada dua orang, yakni Didik Santoso dan Ulum. Didik sempat dibawa ke Sangkal Putung, sedangkan Ulum masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Aura Syifa,” tutur Nurwakit.
Pemerintah Desa Plumbon Gambang telah melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian. Setelah kejadian, pemerintah desa juga berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menjaga situasi keamanan di wilayah tersebut.
Koordinasi dilakukan hingga sekitar pukul 06.00 WIB guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lanjutan.
Nurwakit menegaskan bahwa pemerintah desa tidak membenarkan tindakan yang menyebabkan warga menjadi korban. Ia berharap aparat kepolisian dapat mengusut kejadian tersebut sehingga situasi keamanan di Desa Plumbon Gambang kembali kondusif.
“Kami selaku pemerintah desa jelas tidak menerima kalau warga kami sampai menjadi korban. Karena itu, kejadian ini kami laporkan kepada pihak berwajib,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan rombongan yang diduga berasal dari perguruan silat tersebut masuk ke kawasan permukiman hingga berujung pada kerusakan dan jatuhnya korban luka.
“Yang sangat saya sayangkan, kenapa sampai masuk ke dalam kampung dan menyerang warga kami,” pungkas Nurwakit.
Leave a Comment