Gubernur Khofifah terlihat tak kuasa menahan air mata saat berdiri di depan jenazah Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid. (Istimewa)
JOMBANG, KabarJombang.com – Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang. Sejumlah tokoh penting dan pejabat daerah hadir untuk melayat, salah satunya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (5/10/2026).
Tiba di rumah duka, Gubernur Khofifah terlihat tak kuasa menahan air mata saat berdiri di depan jenazah Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Putri Lathifiyah 1 Bahrul Ulum Tambakberas, Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid. Kehadiran Khofifah menjadi wujud penghormatan terakhir bagi sosok ulama sepuh perempuan yang sangat dihormati tersebut.
Dalam momen takziah tersebut, Khofifah mengungkapkan kenangan saat dirinya sempat menjenguk almarhumah ketika dirawat di rumah sakit di Jakarta.
Melalui akun Instagram resminya, @khofifah.ip, Gubernur Jatim menuliskan pesan penuh haru.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Bu Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Binti KH. Wahab Hasbullah telah kembali kepada sang Kholiq Allah SWT,” tulisnya.
Ia juga menceritakan momen istimewa saat membawa air dari sumur Ghors, sumur yang airnya diwasiatkan oleh Rasulullah SAW, untuk diusapkan ke wajah almarhumah atas persetujuan keluarga.
“Saat beliau dirawat di rumah sakit di Jakarta saya sempat sowan beliau. Saya matur jika saya baru pulang umrah membawa air dari sumur ghors. Sumur yang airnya oleh Rosulullah SAW diwasiatkan agar jika beliau wafat dimandikan dengan air sumur ghors. Air sumur ghors itulah yang tadi atas persetujuan keluarga kami usapkan di bagian wajah almarhumah Bu Nyai Machfudhoh Binti KH. Wahab Hasbullah,
Bu Nyai semoga panjenengan yang ahli ibadah, ahli qur’an, ahli sholawat, ahli shodaqah, dan sepanjang hidup penuh perjuangan ini dengan air sumur ghors seperti Rosulullah dimandikan, semoga mendapat tempat mulia disisi Allah bersama Rosulullah SAW. Amin. Amin. Amin,” kata Khofifah.
Mengenang Kiprah dan Pengabdian Nyai Mahfudhoh
Kepergian Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid pada Minggu (4/10/2026) pukul 22.25 WIB dalam usia 82 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), para santri, alumni, dan warga Nahdliyin.
Ketua Umum Yayasan PP Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, membenarkan bahwa jenazah almarhumah telah dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Tambakberas, Jombang, pada Senin (5/10/2026) ba’da asar sekitar pukul 15.30 WIB.
“Almarhumah dimakamkan di pemakaman keluarga Tambakberas pada Senin (5/10/2026) ba’da asar, sekitar pukul 15.30 WIB. Kami mengajak seluruh umat dan santri menghadiahkan doa terbaik untuk beliau,” ujar Gus Rozaq.
Semasa hidupnya, Nyai Mahfudhoh dikenal sebagai tokoh perempuan dengan kiprah panjang di dunia pendidikan pesantren. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Putri Lathifiyah 1 Bahrul Ulum, ia mendedikasikan dirinya dalam pendidikan keislaman dan pembentukan karakter santri perempuan.
Tak hanya di tingkat lokal, putri sulung dari salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), ini juga aktif mengabdikan diri di tingkat nasional. Dalam kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031, ia dipercaya sebagai jajaran Mustasyar PBNU yang memberikan pandangan serta nasihat bagi perjalanan organisasi.
Kiprah dan keteladanan Nyai Mahfudhoh selama puluhan tahun kini menjadi bagian penting dari sejarah panjang pendidikan pesantren dan perjuangan Nahdlatul Ulama yang akan terus dikenang.
Leave a Comment