Peristiwa

Kemenhaj Jombang Jawab Informasi Dugaan Skema Ponzi PT Anisa Ahmada Travelindo

JOMBANG, KabarJombang.com – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang angkat bicara terkait beredarnya informasi yang menyebut PT Anisa Ahmada Travelindo, bagian dari ITS Grup, menggunakan skema Ponzi.

Informasi tersebut beredar melalui pesan siaran di sejumlah grup WhatsApp jamaah. Dalam pesan itu disebutkan bahwa Kemenhaj telah menyatakan travel yang berkantor pusat di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 172, Jombang, tersebut menggunakan skema Ponzi dan akan dilakukan pemblokiran.

Namun, Kepala Kemenhaj Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, menegaskan pihaknya belum pernah memastikan PT Anisa Ahmada Travelindo menggunakan skema Ponzi.

“Untuk Kemenhaj terkait skema Ponzi pada PT Anisa, kami belum tahu itu skema Ponzi atau bukan,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).

Menurut Ilham, Kemenhaj Jombang saat ini masih berfokus pada pendampingan jamaah serta penanganan persoalan tiket yang berdampak terhadap jadwal keberangkatan dan kepulangan.

Ia mengatakan, pihaknya belum sampai pada tahap pendalaman untuk menyimpulkan pola atau skema yang digunakan oleh travel tersebut.

“Untuk saat ini kami masih belum sampai mendalami soal itu,” katanya.

Ilham menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima dari pihak manajemen ITS, persoalan yang terjadi berkaitan dengan dana yang telah ditransfer kepada agen tiket, namun tiket untuk sejumlah jamaah belum diterbitkan.

Karena itu, ia meminta agar informasi mengenai PT Anisa Ahmada Travelindo menggunakan skema Ponzi tidak serta-merta dianggap sebagai pernyataan resmi dari pihak Kemenhaj sebelum ada hasil pemeriksaan atau kesimpulan lebih lanjut.

Di tengah persoalan tersebut, Kemenhaj Jombang masih melakukan pendampingan terhadap jamaah yang terdampak, termasuk memastikan jamaah yang telah berangkat mendapatkan tiket kepulangan.

Sementara jamaah yang telah mendaftar namun belum mendapatkan kepastian tiket keberangkatan maupun kepulangan, disarankan untuk tidak diberangkatkan terlebih dahulu.

“Jemaah yang sudah daftar, belum ada tiket atau schedule pulang-pergi, mohon tidak berangkat dan lebih baik mengurus retur atau minta uang kembali,” tegas Ilham.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar