Categories: Peristiwa

Gagal Berangkat Berkali-kali, Calon Jamaah Umrah Banyuwangi Tagih Kepastian Travel Jombang

JOMBANG, KabarJombang.com – Sejumlah calon jamaah umrah asal Kabupaten Banyuwangi mempertanyakan kepastian keberangkatan mereka melalui PT Annisa Ahmada Travelindo Jombang.

Salah seorang calon jamaah berinisial P mengaku jadwal keberangkatan rombongannya telah beberapa kali mengalami perubahan. Padahal, seluruh persiapan, termasuk pelunasan biaya perjalanan, telah dilakukan.

P mengatakan, dirinya bersama tujuh anggota keluarga telah membayar sekitar Rp174 juta untuk paket perjalanan umrah, termasuk biaya tambahan.

Menurutnya, sejak awal terdapat sejumlah perubahan yang membuatnya mulai mempertanyakan kepastian keberangkatan. Di antaranya perubahan titik keberangkatan dari Surabaya ke Jakarta serta pergantian maskapai dari Lion Air ke Garuda Indonesia.

“Sejak pertama memang saya sudah curiga masalah paket yang murah. Tapi karena orang tua yang minta dan percaya sama marketingnya, akhirnya saya ikut dan turuti,” kata P saat diwawancarai pada Selasa (8/9/2026).

Kecurigaan tersebut semakin muncul setelah jadwal keberangkatan yang semula ditetapkan pada 27 Agustus 2026 ditunda menjadi 3 September.

Setelah itu, jadwal kembali bergeser menjadi 13 September dan kemudian disebut kembali berubah menjadi 16 September 2026.

P mengatakan, alasan penundaan yang disampaikan kepadanya berkaitan dengan persoalan visa.

Namun, saat meminta nomor visa, menurut P, pihak travel tidak kunjung memberikannya.

“Saya sudah minta nomor visa sejak tanggal 27 Agustus. Sampai sekarang, 8 September, belum ada jawaban,” ujarnya.

P juga mempertanyakan informasi mengenai maskapai yang disebut menjadi salah satu penyebab tertundanya keberangkatan.

Menurutnya, sebelumnya jamaah hanya mendapat informasi mengenai penerbangan menggunakan Garuda Indonesia. Namun kemudian muncul keterangan mengenai kendala validasi visa pada maskapai Indigo.

“Awalnya mereka bilang pindah dari Lion ke Garuda. Kemudian tiba-tiba ada kendala maskapai Indigo yang disampaikan sebagai penyebab tertundanya pemberangkatan,” katanya.

Karena penasaran, P mengaku mencoba mengecek informasi penerbangan melalui kenalannya yang bekerja di Garuda Indonesia.

Ia menyebut nama dirinya tidak ditemukan dalam pengecekan data penerbangan yang dilakukan.

“Saya tanya ada tidak nama saya di manifest atau daftar resmi penumpang maskapai Garuda Indonesia pada tanggal dan kode penerbangan tersebut. Teman saya bilang tidak ada. Kemudian dicoba dicek dari Surabaya-Jakarta maupun Jakarta-Jeddah, tetap tidak muncul,” ungkapnya.

Selain visa dan penerbangan, P juga mempersoalkan informasi hotel yang diberikan kepada calon jamaah.

Menurutnya, informasi akomodasi hanya menyebut hotel di Madinah dan Makkah tanpa mencantumkan nama dan alamat hotel secara spesifik.

P menyebut, terdapat sekitar 44 calon jamaah asal Banyuwangi dalam rombongan tersebut.

Ia berharap pihak travel segera memberikan informasi yang jelas mengenai status keberangkatan.

“Kalau memang tidak sanggup memberangkatkan, mending dikembalikan. Jangan memaksakan daripada nanti ketika di Makkah malah telantar atau pelayanan tidak sesuai,” tuturnya.

Sementara itu, KabarJombang.com telah berupaya meminta konfirmasi kepada nomor +62 812-3333-xxxx yang diketahui terkait dengan pihak PT Annisa Ahmada Travelindo.

Konfirmasi dimintakan terkait perubahan jadwal, status visa, data penerbangan, serta informasi akomodasi calon jamaah.

Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban dari pihak travel.

KabarJombang.com juga membuka ruang bagi PT Annisa Ahmada Travelindo untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas keluhan calon jamaah tersebut.

Leave a Comment
Share
Published by
Kevin Nizar