Peristiwa

Fokus Korban Kekerasan Seksual, Yakuza Maneges Joker Resmi Dibentuk di Jombang

JOMBANG, KabarJombang.com- Yakuza Maneges Wilayah Jombang-Mojokerto (Joker) menyiapkan program pendampingan bagi warga yang menghadapi persoalan hukum dan sosial di wilayah tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pendampingan terhadap korban kekerasan seksual, terutama anak-anak dan korban dalam kasus yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Program tersebut disiapkan setelah kepengurusan Yakuza Maneges Joker resmi dideklarasikan di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026) malam.

Ketua Yakuza Maneges Joker, Maulana Syahiduzzaman atau Gus Maman, mengatakan pengurus akan terlebih dahulu memetakan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui rapat kerja. Hasil pemetaan itu nantinya menjadi dasar dalam penyusunan program organisasi di Jombang dan Mojokerto.

“Fokus kami salah satunya adalah persoalan hukum dan sosial yang terjadi di masyarakat. Termasuk bagaimana memberikan pendampingan kepada korban kekerasan seksual, khususnya anak-anak dan kasus yang terjadi di lingkungan pendidikan,” ucap Gus Maman dari keterangan yang diterima, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, pendampingan terhadap korban tidak hanya berkaitan dengan proses hukum. Korban juga membutuhkan perlindungan serta akses terhadap bantuan yang diperlukan selama menghadapi persoalan.

Selain pendampingan hukum, Yakuza Maneges Joker menyiapkan kegiatan sosial yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu program yang direncanakan adalah bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Gus Maman mengatakan berbagai program tersebut akan dikembangkan berdasarkan nilai kepedulian sosial yang menjadi bagian dari gerakan Yakuza Maneges. Gerakan tersebut juga terinspirasi dari nilai dakwah KH Hamim Djazuli atau Gus Miek yang dikenal menggunakan pendekatan dengan merangkul berbagai lapisan masyarakat.

Yakuza Maneges berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin “Moloekatan Gus Miek” dengan prinsip “Yang Awalnya Kotor, Ujungnya Zuhud Abadi”.

Prinsip tersebut menjadi pijakan organisasi dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat yang sedang menghadapi persoalan tanpa memberikan stigma.

“Nilai spiritual menjadi landasan utama kami. Tidak ada manusia yang terlahir buruk dan tidak ada jalan yang tertutup bagi mereka yang mau kembali,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program, Yakuza Maneges Joker membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan kelompok masyarakat lainnya. Kerja sama tersebut diperlukan untuk menangani persoalan yang membutuhkan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk kekerasan seksual terhadap anak, persoalan hukum, dan dampak kekeringan.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum dan elemen masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman