Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran saat diwawancarai. (Istimewa)
GUDO, KabarJombang.com — Lima remaja yang menjadi korban ledakan petasan di Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, kini mulai menunjukkan kondisi yang berangsur membaik. Meski demikian, satu di antara korban harus menjalani operasi amputasi pada salah satu jari tangan kirinya akibat cedera yang sangat parah.
Peristiwa ledakan tersebut terjadi pada Jumat malam (13/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di teras sebuah rumah warga di Desa Pucangro. Kelima remaja itu kemudian dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis.
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menjelaskan para korban tiba di rumah sakit pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dengan kondisi luka bakar yang berbeda-beda tingkat keparahannya.
“Kelima pasien datang dengan luka bakar yang bervariasi. Ada yang sekitar 12 persen hingga 30 persen. Luka bakar akibat petasan biasanya cukup dalam sehingga harus ditangani secara serius,” ujar Pudji, Sabtu (14/3/2026).
Ia mengatakan, sesaat setelah tiba di rumah sakit, tim medis langsung memberikan penanganan darurat sebelum para korban dipindahkan ke ruang perawatan khusus untuk penanganan lebih lanjut.
Menurutnya, seluruh pasien sempat mendapatkan tindakan kegawatdaruratan sebelum akhirnya ditempatkan di ruang Yudistira guna menjalani perawatan intensif.
Salah satu korban diketahui mengalami luka paling serius. Tangan kirinya mengalami cidera remuk (crush injury) akibat dampak ledakan, sehingga salah satu jarinya mengalami kerusakan yang tidak dapat diselamatkan.
Pudji menuturkan bahwa tim dokter sempat berdiskusi dengan keluarga korban terkait langkah medis yang harus diambil. Pada awalnya keluarga menolak tindakan amputasi.
Namun setelah mendapat penjelasan mengenai kondisi luka yang dinilai sangat parah, keluarga akhirnya menyetujui operasi tersebut.
“Setelah melalui diskusi dengan keluarga, diputuskan untuk melakukan amputasi pada jari kedua tangan kiri pasien. Operasi dilakukan sekitar pukul 03.00 dini hari dan berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di beberapa bagian tubuh. Tim medis berencana melakukan tindakan debridement untuk membersihkan jaringan luka bakar pada pasien.
Pudji menyebutkan kondisi keempat pasien tersebut relatif stabil meskipun masih membutuhkan perawatan lanjutan.
Di sisi lain, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti ledakan tersebut.
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan dugaan sementara ledakan terjadi saat para remaja tersebut tengah merakit petasan.
Ia menjelaskan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan sejumlah benda yang diduga digunakan dalam proses perakitan petasan.
Barang-barang tersebut di antaranya palu besi, gunting, batang besi, sendok, selongsong mercon, korek api bensol, serta potongan kain yang hangus terbakar.
Menurut Dimas, polisi telah mengamankan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memperjelas kronologi kejadian.
“Petugas sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa beberapa saksi untuk mendalami penyebab ledakan,” ujarnya.
Leave a Comment