Kebakaran akibat cuaca ekstrem. (Istimewa).
SURABAYA, KabarJombang.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat mewaspadai meningkatnya risiko kebakaran selama fenomena bediding yang terjadi pada puncak musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda Siska Anggraeni mengatakan, udara yang lebih kering selama periode tersebut membuat api lebih mudah tersulut dan cepat menyebar, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.
“Oleh karenanya, dilarang, jangan, tidak boleh membuang puntung rokok yang masih menyala ke lahan terbuka,” kata Siska, Jumat (3/7/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah, meski hanya dalam jumlah kecil.
Menurutnya, kondisi udara yang kering ditambah embusan angin membuat api lebih cepat membesar sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit.
“Upaya pemadaman akan menjadi lebih sulit dan kerugian akan semakin besar. Marilah kita menjadi warga Jawa Timur yang sadar dan peduli dengan kondisi iklim sekitar,” ujarnya.
Apa Itu Fenomena Bediding?
Siska menjelaskan, bediding merupakan fenomena yang lazim terjadi saat puncak musim kemarau. Kondisi ini ditandai suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari akibat langit yang minim tutupan awan.
Ia menegaskan, fenomena tersebut tidak berkaitan dengan perubahan jarak antara Bumi dan Matahari.
“Fenomena itu murni akibat pelepasan panas bumi yang maksimal dan aliran udara muson timur dari Australia yang dingin dan kering,” jelasnya.
Berdasarkan pengamatan BMKG, suhu udara minimum terendah di Jawa Timur tercatat di AWS Bromo yang mencapai 3,9 derajat celsius.
Menurut Siska, kondisi tersebut menjadi waktu yang tepat bagi wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena embun beku di kawasan pegunungan.
“Waktu yang tepat untuk berkunjung ke puncak gunung bagi kalian yang ingin menyaksikan fenomena embun beku,” katanya.
Waspadai Kulit Kering dan Dehidrasi
Selain meningkatkan risiko kebakaran, udara yang lebih dingin dan kering saat bediding juga dapat memicu kulit kering serta dehidrasi.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara cukup serta menggunakan pelembap kulit.
“Jangan lupa sering-sering gunakan moisturizer untuk melembabkan kulit, bukan hanya wajah tetapi juga seluruh tubuh,” ujar Siska.
Leave a Comment