Peristiwa

Bazar Pangan Murah Polsek Jombang Kota Diserbu Warga, 207 Sak Beras Terjual Habis dalam Sehari

JOMBANG, KabarJombang.com – Ratusan warga memadati Bazar Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Polres Jombang bersama jajaran Polsek dan Bulog Cabang Mojokerto di Kantor Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Senin (11/8/2025).

Kegiatan pasar murah yang diinisiasi Polres Jombang melalui Polsek Jombang Kota ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Dalam satu hari, sebanyak 207 sak beras ludes terjual. Selain beras, berbagai kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan telur juga habis diborong pengunjung.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, melalui Kapolsek Jombang Kota, AKP Mulyani, menjelaskan, bazar ini merupakan bentuk sinergi strategis antara Polri, pemerintah daerah, dan Bulog untuk mengendalikan inflasi serta membantu masyarakat, khususnya menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

“Pada hari ini, Polres Jombang menggelar bazar pangan murah di empat titik, yakni Kantor Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Desa Banjaragung, Kecamatan Perak, dan Kantor Desa Tunggorono Kecamatan Jombang,” ujar AKP Mulyani.

Bazar tersebut berlangsung pada 11–17 Agustus 2025. Adapun harga komoditas yang dijual antara lain beras Rp 57.500 per 5 kg, minyak goreng Rp 15.000 per liter, gula pasir Rp 16.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp 25.500 per kilogram.

“Bazar di Tunggorono dibuka pukul 08.00–12.00 WIB. Setiap pembeli diwajibkan menunjukkan KTP asli, maksimal dua bungkus per komoditas, dan tidak diperkenankan menjual kembali barang yang dibeli,” jelasnya.

Hari pertama, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Selain 207 sak beras, terjual pula 60 kardus minyak goreng dan tiga sak gula pasir dari total persediaan 400 sak beras, 60 kardus minyak, dan 50 bungkus gula pasir. Menurut AKP Mulyani, kegiatan ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala untuk menjaga ketahanan pangan. Kolaborasi Polri, pemerintah daerah, dan Bulog ini menjadi bukti nyata komitmen membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menekan laju inflasi menjelang momentum kemerdekaan,” pungkasnya.

Salah satu warga, Novi (42), mengaku terbantu dengan adanya bazar ini. “Biasanya harga beras 5 kilogram mencapai Rp 70.000 di sini hanya Rp 57.500. Sangat membantu, semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkap warga Desa Tunggorono.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman