Peristiwa

Banjir Luapan Afvoer Watudakon Rendam Ratusan Rumah di Kesamben Jombang Selama Sepekan

KESAMBEN, KabarJombang.com, – Ratusan rumah warga dan puluhan hektare area persawahan di tiga dusun Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, masih terendam banjir hingga Selasa (31/3/2026). Genangan air akibat luapan Afvoer Watudakon ini dilaporkan telah berlangsung selama sepekan terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda surut yang signifikan.

Kondisi terparah melanda Dusun Kedungmulyo, Dusun Kandangan, dan Dusun Cangkringmalang. Kepala Desa Carangrejo, Supriadji, mengungkapkan bahwa selain merendam pemukiman, banjir ini juga mengancam sektor pertanian karena menggenangi sekitar 99 hektare sawah di wilayah tersebut. Intensitas hujan yang terus tinggi selama tujuh hari terakhir membuat debit air sungai melampaui kapasitas tampung.

“Air berasal dari luapan Afvoer Watudakon yang mengalir ke Afvoer Plosorejo, diperparah intensitas hujan yang tinggi,” ujarKepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas. Selasa, 31 Maret 2026.

Data sementara menunjukkan sebanyak 201 rumah warga terdampak langsung oleh luapan air. Di Dusun Kandangan saja, terdapat 90 rumah yang tergenang, disusul Dusun Cangkringmalang sebanyak 62 rumah, dan Dusun Kedungmulyo 49 rumah. Aktivitas ekonomi dan mobilitas warga lumpuh total sejak air mulai masuk ke pemukiman warga tujuh hari yang lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang, Wiku Birawa Filipe Dias Quintas, menjelaskan bahwa kendala utama sulitnya air surut adalah curah hujan yang masih konsisten terjadi di wilayah hulu maupun lokal. Kondisi geografis afvoer yang tidak mampu menampung kiriman air dalam volume besar menjadi penyebab utama banjir menahun ini kembali berulang dengan durasi yang lama.

“Genangan masih ada karena curah hujan belum berhenti,” terangnya.

BPBD Jombang kini menyiagakan personel untuk memantau potensi banjir susulan mengingat prakiraan cuaca menunjukkan hujan intensitas sedang hingga tinggi masih akan mengguyur dalam beberapa hari ke depan. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai, karena kondisi debit air Afvoer Watudakon masih sangat fluktuatif.

“Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, kami imbau masyarakat tetap waspada,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman