Peristiwa

Atap Rumah Warga Plandaan Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

PLANDAAN, Kabar Jombang.com- Angin puting beliung disertai hujan menerjang Desa Plandaan, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan atap galvalum rumah milik salah satu warga di Dusun Sambiroto RT 9 RW 2, Desa Plandaan, Jombang, mengalami kerusakan parah. Pemilik rumah memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp 5 juta.

Warga terdampak, Dion, mengatakan angin kencang datang setelah hujan yang semula turun dengan intensitas normal semakin deras. Meski berlangsung sekitar 10 menit, angin tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah pohon tumbang.

“Angin dan hujan berlangsung tidak terlalu lama, mungkin sekitar kurang lebih 10 menit,” ujar Dion saat dikonfirmasi.

Ia menuturkan, sebelum kejadian, kondisi cuaca masih normal dan belum menunjukkan tanda-tanda angin kencang. Hujan mulai turun sekitar pukul 15.20 WIB hingga 15.40 WIB. Sekitar pukul 15.45 WIB, angin kencang mulai datang bersamaan dengan hujan yang semakin deras.

Dion menduga angin datang dari arah timur. Ia menyebut dugaan tersebut muncul setelah mendapat informasi bahwa wilayah Kecamatan Kudu juga terdampak kejadian angin kencang.

“Angin mungkin datang dari arah timur karena ada kabar daerah Kudu juga terdampak bencana angin tersebut,” ucapnya.

Setelah hujan dan angin reda, ia memeriksa kondisi rumah tetangganya. Ia mendapati sejumlah rumah di sekitarnya turut terdampak. Selain itu, beberapa pohon dilaporkan tumbang dan langsung dibereskan oleh warga setempat.

Akibat kejadian tersebut, atap galvalum rumah Dion mengalami kerusakan parah. Etalase miliknya juga turut mengalami kerusakan.

“Atap Galvalum rusak parah dan etalase juga terdampak,” jelasnya.

Meski demikian, tidak ada anggota keluarga maupun warga yang mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Dion memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp 5 juta. Namun, nilai tersebut masih bersifat sementara karena kebutuhan penggantian kayu usuk belum diketahui secara pasti.

“Mungkin nominal Rp 5 juta-an. Itu juga termasuk kayu usuk yang belum diketahui. Nanti jika ada kurang atau lebihnya, biar sini yang menanggung,” tuturnya.

Ia menambahkan, setelah hujan reda, aliran listrik di wilayahnya masih padam. Ia menduga kabel listrik putus akibat tertimpa pohon tumbang. Warga pun masih menunggu perbaikan agar aliran listrik kembali normal.

Sementara itu, Kepala Desa Plandaan, Suratman, mengatakan laporan sementara menunjukkan kerusakan rumah warga Desa Plandaan banyak genteng di bagian tepi atap rumah warga yang tersingkap atau terlepas. Berdasarkan laporan yang diterimanya, satu rumah mengalami kerusakan cukup parah.

“Untuk Desa Plandaan khususnya rumah-rumah warga, genteng-genteng yang tersingkap atau terlepas di tepi-tepi atap itu banyak sekali. Namun, sementara ini yang tingkat kerusakannya cukup parah hanya ada satu rumah berdasarkan laporan sementara,” ucapnya.

Ia menjelaskan, laporan kerusakan juga diterima dari Dusun Sambiroto. Di wilayah tersebut, banyak genteng atau asbes rumah warga yang tersingkap, tetapi tingkat kerusakannya sementara dinilai tidak terlalu parah.

Saat ini, pendataan masih berlangsung sehingga jumlah keseluruhan rumah yang terdampak belum dapat dipastikan. Selain kerusakan rumah, tiga kandang sapi di Desa Plandaan dilaporkan ambruk. Sementara itu, banyak kandang lainnya mengalami kerusakan pada bagian genteng atau asbes.

“Untuk kandang-kandang ternak, khususnya kandang sapi, sementara ini yang dilaporkan ambruk ada tiga kandang. Sedangkan kandang yang genteng atau asbesnya tersingkap itu jumlahnya banyak sekali. Rincian pastinya belum bisa kita pastikan semua,” jelasnya.

Meski demikian, berdasarkan laporan sementara pemerintah desa, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Dapat saya laporkan juga untuk sementara ini, alhamdulillah korban jiwa insyaallah tidak ada,” pungkasnya.

Leave a Comment
Share
Published by
Wahyu Umattulloh Al'iman