Alun-alun Disterilkan dari PKL saat Acara Jombang Bersholawat Bareng Gus Iqdam

Situasi menjelang Jombang Bersholawat bersama Gus Iqdam di Alun-alun
Situasi menjelang Jombang Bersholawat bersama Gus Iqdam di Alun-alun
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Kawasan Alun-Alun Kabupaten Jombang bakal disterilkan dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL) saat gelaran Jombang Bersholawat bersama dai muda kondang asal Blitar, KH Agus Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, Selasa (13/10/2026) malam. Para pedagang diminta menempati sejumlah lokasi alternatif yang telah disiapkan pemerintah daerah demi kelancaran acara.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.30 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian Jombang Fest dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-116 Kabupaten Jombang. Membludaknya jamaah yang diperkirakan hadir menjadi salah satu pertimbangan pemerintah melakukan penataan sementara terhadap aktivitas perdagangan di sekitar alun-alun.

Baca Juga

Imbauan tersebut tertuang dalam surat Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Nomor 500.3.10/6783/415.10/2026 tertanggal 7 Oktober 2026. Surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, itu ditujukan kepada para PKL di kawasan Alun-Alun Jombang.

Dalam surat tersebut, penataan sementara dilakukan untuk menjaga ketertiban, keamanan, kenyamanan, kelancaran mobilitas jamaah dan masyarakat, serta akses kendaraan selama kegiatan berlangsung.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan pensterilan kawasan alun-alun bertujuan memberikan ruang yang memadai bagi para jamaah, tamu undangan, serta rombongan Gus Iqdam.

“Bukan kita tidak melarang untuk berjualan. Kita berikan tempat-tempat yang sudah disiapkan sesuai edaran. Namun, area alun-alun untuk kegiatan Gus Iqdam ini kita sterilkan agar bisa digunakan sepenuhnya oleh tamu undangan, rombongan kiai, dan jamaah,” ujar Anjik.

Ia menjelaskan, antusiasme jamaah Gus Iqdam yang dikenal besar membuat pemerintah perlu mengatur penggunaan ruang di sekitar lokasi acara. Karena itu, pedagang tetap diberi kesempatan berjualan, tetapi diminta menyesuaikan lokasi sementara yang telah ditentukan.

Berdasarkan surat imbauan Sekda Jombang, terdapat empat lokasi yang disiapkan untuk penempatan sementara PKL. Lokasi tersebut meliputi area di belakang SMP Negeri 2 Jombang, area di belakang Masjid Jami’ Jombang, serta sepanjang Jalan Dr Soetomo sisi utara.

Sementara itu, area parkir Sentra Wisata Kuliner (SWK) dialokasikan untuk parkir jamaah Jombang Bersholawat.

Pengaturan juga menjadi perhatian bagi pedagang asongan yang biasa menjajakan minuman maupun barang dagangan di tengah keramaian. Anjik berharap aktivitas mereka tidak mengganggu jalannya pengajian maupun pergerakan jamaah.

“Kita sterilkan untuk pedagang kaki lima dan asongan. Harapan kami, jangan sampai aktivitas berjualan menghalangi pelaksanaan pengajian,” katanya.

Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan, Dinas Perdagangan akan berkoordinasi dengan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Petugas gabungan disiapkan untuk melakukan penataan dan penertiban apabila masih ditemukan pedagang yang berjualan di area steril.

“Nanti ada petugas dari Dinas Perdagangan, DLH, dan Satpol PP. Kalau masih ada yang bersikeras berjualan di area tersebut, akan kita tata dan tertibkan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang mengimbau para pedagang mematuhi pengaturan lokasi sementara tersebut. Penataan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran acara Jombang Bersholawat sekaligus memberikan kenyamanan bagi jamaah dan masyarakat yang hadir.

Berita Terkait