Proses pencarian Dimas Sunarto, 27, yang menceburkan diri ke Sungai Brantas Desa Kebondoko, Tembelang, Jombang. (Istimewa)
PLOSO, KabarJombang.com – Hilangnya seorang pria yang diduga nekat meloncat ke Sungai Brantas di Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang, hingga kini masih menjadi misteri. Korban adalah DS atau Dimas Sunarto (27), seorang perangkat Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso.
Hingga kini keberadaan DS atau Dimas yang selama ini menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra) di Pemerintah Desa Gedongombo masih tanda tanya dan dalam proses pencarian.
Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, membenarkan bahwa pria yang dilaporkan menceburkan diri ke Sungai Brantas pada Minggu (16/8/2026) merupakan salah satu perangkat desanya.
“Memang benar, yang menceburkan diri itu perangkat desa kami. Di Pemdes Gedongombo, dia menjabat sebagai Kasi Kesra,” kata Lasiman, Senin (17/8/2026).
Menurut Lasiman, pihaknya sebelumnya tidak mengetahui adanya persoalan serius yang tengah dihadapi Dimas. Informasi mengenai kejadian tersebut baru diketahui setelah korban dilaporkan menceburkan diri ketika berada di atas perahu yang tengah menyeberangi Sungai Brantas.
Ia mengatakan, hingga kini pihak desa belum mengetahui secara pasti alasan Dimas mengambil keputusan tersebut.
“Kita juga tidak tahu persoalan awalnya. Yang kita ketahui, dia sudah menceburkan diri saat berada di atas perahu,” ujarnya.
Mengenai penyebab kejadian, Lasiman menyebut sempat muncul informasi mengenai persoalan keluarga yang sedang dihadapi Dimas. Di tengah masyarakat juga beredar kabar bahwa korban diduga mengalami persoalan hubungan asmara karena rencana pernikahannya disebut tidak memperoleh restu.
Meski demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Lasiman mengakui isu mengenai persoalan asmara memang beredar setelah kejadian. Namun, ia meminta agar kabar tersebut tidak langsung dianggap sebagai penyebab aksi Dimas karena belum ada kepastian mengenai motif sebenarnya.
“Kalau isu yang beredar memang seperti itu. Tetapi apakah benar persoalan tersebut menjadi penyebabnya, kami belum bisa memastikan,” tegas Lasiman.
Dimas diketahui masih berstatus lajang. Lasiman menyebut korban belum pernah menikah. “Statusnya masih bujangan dan memang belum menikah,” katanya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, Dimas diketahui menyeberangi Sungai Brantas menggunakan sebuah perahu.
Ia berangkat dari sisi selatan wilayah Desa Kebondoko menuju arah utara, yakni Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso. Saat menyeberang, Dimas juga membawa sepeda motor Honda Mega Pro miliknya.
Namun, ketika perjalanan baru mencapai sekitar seperempat lintasan sungai, Dimas tiba-tiba melompat ke dalam air bersama sepeda motornya.
Dua orang yang berada di sekitar lokasi dan melihat kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan. Mereka melemparkan rompi serta ban pelampung ke arah Dimas agar korban dapat menyelamatkan diri.
Akan tetapi, upaya tersebut tidak berhasil. Dimas justru diketahui menyingkirkan alat pelampung yang dilemparkan kepadanya sebelum kemudian tenggelam ke dalam aliran Sungai Brantas.
Hingga Senin (17/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, keberadaan Dimas belum diketahui. Petugas gabungan masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Brantas untuk mencari korban. Lasiman berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil.
“Sampai pukul 15.30 WIB, yang bersangkutan masih belum ditemukan. Petugas gabungan masih melakukan pencarian. Semoga segera ditemukan,” pungkasnya.
Sementara itu, mengenai dugaan motif asmara, hingga saat ini belum terdapat kepastian bahwa persoalan tersebut menjadi penyebab Dimas menceburkan diri. Pihak keluarga maupun petugas masih menunggu perkembangan pencarian dan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
Leave a Comment