Kondisi Supini (92) nenek asal Desa Manunggal, Ngusikan, Jombang yang ditemukan selamat di tengah hutan setelah 7 hari hilang. (Istimewa)
NGUSIKAN, KabarJombang.com – Tujuh hari bukan waktu yang singkat. Selama sepekan, keluarga Supini, perempuan lanjut usia berusia 92 tahun asal Desa Manunggal, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, terus dihantui kecemasan setelah tiba-tiba ia meninggalkan rumah dan tidak kunjung pulang.
Kekhawatiran itu akhirnya terjawab setelah Supini ditemukan seorang pencari burung dalam kondisi tergeletak di dasar jurang di kawasan hutan Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan pada Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 22.15 WIB. Jarak lokasi penemuan diperkirakan sekitar 5 kilometer dari rumahnya.
Yang membuat keluarga tak habis pikir, Supini yang sehari-hari sudah kesulitan berjalan ternyata mampu berada cukup jauh dari rumah hingga masuk ke kawasan hutan.
“Saat ditemukan, kondisi tubuh Supini sudah sangat lemas. Ia diduga telah bertahan selama berhari-hari tanpa makan dan minum. Warga kemudian mengevakuasinya dan membawa nenek tersebut ke Puskesmas Keboan untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkap Sunarti, anak Supini saat ditemui di kediamanya pada Rabu (30/9/2026).
Menurut sang putri, setelah menjalani rawat inap selama empat hari, kondisi Supini berangsur membaik. Namun, tubuhnya masih sangat lemah. Ia bahkan belum mampu duduk maupun berjalan seperti sediakala.
Sunarti, mengaku keluarganya masih tidak menyangka ibunya dapat bertahan selama tujuh hari di tengah hutan.
“Sebelum kejadian, ibuk saya keluar dari rumah pada Jumat sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, seluruh anaknya masih tertidur. Seorang tetangga sempat melihat ibuk sedang berjalan seorang diri menuju arah hutan. Ketika ditanya tetangga saya, ibuk mengatakan hendak menonton orkes,” terangnya menirukan perkataan tetangga.
Namun, setelah ditinggal sebentar, lansia tersebut sudah tidak terlihat. Pagi harinya, keluarga baru mengetahui bahwa Supini tidak berada di rumah. Keluarga kemudian melakukan pencarian ke sejumlah lokasi.
Pencarian berlangsung berhari-hari hingga akhirnya keberadaan Supini diketahui setelah seorang pencari burung melihatnya berada di dasar jurang.
Saat ditemukan, Supini masih membawa selimut yang kemudian digunakan untuk menutupi tubuhnya. Kondisinya ling lung dan lemah dengan sejumlah luka yang diduga akibat bergesekan dengan pepohonan selama berada di kawasan hutan.
Bagi Sunarti, pengalaman tersebut menjadi kejadian yang tidak mudah dilupakan. Terlebih, sehari-hari ibunya memang sudah mengalami kesulitan untuk berjalan sehingga keluarga tidak menyangka Supini bisa sampai ke lokasi yang cukup jauh dari rumah.
Sempat Dikira ‘Disembunyikan’ Makhluk Halus
Di tengah masyarakat, muncul anggapan bahwa Supini bisa sampai ke tengah hutan karena dibawa makhluk halus. Namun, hal tersebut merupakan keyakinan sebagian warga dan belum dapat dibuktikan secara faktual.
Sunarti sendiri kini lebih memilih memastikan ibunya mendapat perhatian dan penjagaan lebih ketat di rumah. Ia tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi.
Setelah kejadian tersebut, keluarga berencana terus menjaga Supini di rumah. Kondisinya memang sudah membaik setelah mendapatkan perawatan medis, tetapi tubuhnya masih membutuhkan waktu untuk kembali pulih dan belum bisa diajak komunikasi.
Bagi keluarga, ditemukannya Supini dalam keadaan selamat setelah tujuh hari menjadi sebuah kelegaan besar. Terlebih, mereka sempat tidak mengetahui bagaimana kondisi nenek 92 tahun tersebut selama berhari-hari berada seorang diri di tengah hutan.
Kini, perhatian keluarga sepenuhnya tertuju pada pemulihan Supini. Mereka juga memastikan nenek tersebut tidak kembali meninggalkan rumah seorang diri.
Leave a Comment