Eni Setia Rahayu (ibu) dan Dyah Puspitasari (kakak) Gondham Prakoso warga Desa Bulurejo, Diwek, Jombang, korban tragedi Kapal Virgo yang belum ditemukan. (Istimewa)
ÙDIWEK, KabarJombang.com – Harapan keluarga Gondham Prakoso (32), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, untuk bertemu kembali dengan keluargannya masih belum terwujud.
Gondham merupakan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 yang belum diketahui keberadaannyaívb kapal penumpang/kargo Ro-Ro tersebut mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Di kapal itu, Gondham bertugas sebagai Second Officer. Hingga Rabu (16/9/2026), keluarga masih menunggu informasi mengenai keberadaannya.
Di tengah penantian tersebut, sang ibu, Eni Setia Rahayu (58), mengaku terpukul. Terlebih, cucunya yang baru berusia empat tahun mulai terus menanyakan keberadaan ayahnya.
“Aku mau papa, aku mau papa,” kata Eni, menirukan ucapan cucunya saat ditemui di rumahnya, Desa Bulurejo, Diwek, Rabu (16/9/2026).
Eni mengatakan, dirinya belum mampu menenangkan pikiran sejak mendengar kabar bahwa anak keduanya dari empat bersaudara itu belum ditemukan.
“Saya sudah tidak kuat, Mas. Sampai sekarang belum makan,” ucapnya.
Kabar mengenai kecelakaan kapal tersebut pertama kali diketahui keluarga pada Minggu pagi. Informasi itu disampaikan oleh kerabat yang bekerja di kawasan pelabuhan.
Sebelum kabar tersebut diterima keluarga, istri Gondham disebut sempat mendapatkan pesan WhatsApp dari suaminya ketika kondisi kapal mulai kritis pada Minggu dini hari. Namun, informasi itu tidak langsung disampaikan kepada keluarga karena dikhawatirkan menimbulkan kepanikan.
Sejak mengetahui musibah tersebut, keluarga berupaya mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Gondham. Mereka menghubungi Basarnas, pihak perusahaan tempat Gondham bekerja, hingga mendatangi kantor perusahaan kapal di Surabaya.
Sang ibu masih mengingat pesan yang kerap disampaikan Gondham kepada putranya. Ia berharap anaknya kelak tumbuh menjadi pribadi yang pintar dan selalu menjaga ibunya.
“Yang pintar ya, jaga Mama terus,” begitu kata Eni menirukan pesan Gondham yang kerap disampaikan kepada anaknya.
Kini, pesan tersebut menjadi salah satu kenangan yang terus diingat keluarga. Sang putra yang masih kecil mulai merasakan ketidakhadiran ayahnya. Eny mengatakan, anak Gondham kini semakin sering menanyakan keberadaan papanya.
“Anaknya umur empat tahun. Sekarang sudah mulai mencari papanya. Bilang, ‘Aku mau papa, aku mau papa’,” tutur Eni.
Keluarga berharap operasi pencarian yang masih berlangsung dapat segera menemukan Gondham.
Eni pun masih menyimpan harapan agar anaknya bisa kembali pulang dengan selamat.
“Harapannya anak saya bisa ditemukan dengan keadaan selamat,” harapnya.
Kakak Gondham, Dyah Puspitasari (36), mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan, tetapi keluarga belum memperoleh kabar yang diharapkan.
“Sudah semua dihubungi, WA Basarnas, WA kantor. Saudara-saudara juga banyak yang sudah datang ke sana,” kata Dyah.
Bagi keluarga, penantian ini terasa semakin berat karena Gondham baru sekitar sepekan sebelumnya pulang ke rumah. Saat itu, ia menyempatkan diri bertemu dengan ibu dan anaknya sebelum kembali menjalankan tugas di kapal.
Dyah menuturkan, Gondham baru sekitar dua bulan bekerja di KM Virgo Transport 8. Sebelumnya, ia telah memiliki pengalaman bekerja di kapal selama kurang lebih lima hingga enam tahun.
Selain menjalankan pekerjaan, Gondham juga tengah mempersiapkan rencana untuk melanjutkan pendidikan di bidang pelayaran.
Menurut Dyah, Gondham sudah mendaftarkan diri dan tinggal menunggu waktu masuk sekolah. Ia ingin melanjutkan pendidikan untuk mengejar jenjang sebagai nakhoda.
“Sudah daftar. Tinggal masuk saja. Kakak saya memang mau sekolah lagi,” ujar Dyah.
Rencana tersebut dijadwalkan dimulai pada 21 September mendatang. Namun, sebelum hari itu tiba, keluarga justru harus menghadapi kabar kecelakaan kapal yang ditumpangi Gondham.
KM Virgo Transport 8 diketahui merupakan kapal jenis penumpang/kargo Ro-Ro (roll-on/roll-off) yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin.
Kapal tersebut membawa ratusan orang sebelum mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa. Operasi pencarian dan penyelamatan kemudian dilakukan untuk menemukan penumpang maupun awak kapal yang belum diketahui keberadaannya.
Leave a Comment